KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan, memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur terpilih, Dedi Mulyadi, yang menginstruksikan sekolah-sekolah di Jawa Barat untuk segera menyerahkan ijazah siswa yang masih tertahan.
Langkah ini diambil untuk memastikan para siswa tidak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan akibat terhambatnya dokumen penting tersebut.
Dedi mengungkapkan bahwa sekitar 13 ribu ijazah siswa masih tertahan di berbagai sekolah di Jawa Barat. Di Kota Bogor, pada tahun 2024, DPRD bersama pemerintah telah membantu penebusan 2.500 ijazah siswa yang menghadapi masalah serupa.
Menurut Iwan, penyebab utama penahanan ijazah ini adalah tunggakan biaya pendidikan yang belum dilunasi oleh siswa atau keluarganya. Ia menegaskan bahwa ijazah adalah hak dasar setiap siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya.
“Kami sangat mendukung kebijakan ini karena ijazah adalah dokumen yang sangat penting bagi siswa. Banyak dari mereka ingin melanjutkan kuliah atau bekerja, tetapi terhambat karena ijazahnya masih tertahan di sekolah,” ujarnya pada Senin 3 Febuari 2025.
Iwan menyoroti bahwa persoalan penahanan ijazah ini telah menjadi polemik bertahun-tahun di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat.
Menurutnya, sekolah seharusnya mencari solusi lain dalam menyelesaikan tunggakan biaya pendidikan tanpa mengorbankan masa depan siswa.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah maupun pusat mengalokasikan dana khusus untuk membantu siswa yang ijazahnya tertahan.
“Dana ini dapat berasal dari anggaran pendidikan atau program bantuan sosial seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” katanya.



