NewsBerita Utama

Istri Kapolri Legendaris Hoegeng Tutup Usia, Jenazah Diberangkatkan ke Rumah Duka

×

Istri Kapolri Legendaris Hoegeng Tutup Usia, Jenazah Diberangkatkan ke Rumah Duka

Sebarkan artikel ini
EYANG meriyati
Eyang Meriyati Roeslani Hoegeng wafat di usia 100 tahun.

KITAINDONESIASATU.COM –  Suasana duka menyelimuti RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, saat jenazah Meriyati Roeslani Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri, diberangkatkan menuju rumah duka di kawasan Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/2)sore.

Proses pemindahan jenazah dimulai sekitar pukul 15.26 WIB, setelah seluruh rangkaian pemulasaraan selesai dilakukan. Jenazah Eyang Meri kemudian dipindahkan ke Rumah Duka A, diiringi suasana hening dan penuh penghormatan dari keluarga serta kerabat dekat almarhumah.

Tak berselang lama, tepat pukul 15.34 WIB, jenazah dikeluarkan dari Rumah Duka A untuk dimasukkan ke dalam ambulans. Sejumlah anggota keluarga tampak setia mengiringi setiap tahapan prosesi, sementara petugas rumah duka memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib dan lancar.

Baca Juga  Lima Korban Banjir Bandang di Bima NTB Belum Diketemukan, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian

Hanya selang satu menit kemudian, pukul 15.35 WIB, ambulans yang membawa jenazah Eyang Meri resmi diberangkatkan menuju rumah duka di Pesona Khayangan, Depok, guna melanjutkan rangkaian prosesi duka yang telah disiapkan pihak keluarga.

Sepanjang proses pemindahan, suasana berlangsung tenang, khidmat, dan sarat penghormatan. Keluarga tampak tegar meski duka mendalam menyelimuti kepergian sosok yang dikenal luas sebagai istri dari mantan Kapolri legendaris Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

Sejumlah pejabat turut hadir dan mengiringi keberangkatan mendiang Eyang Meri di RS Polri Kramat Jati. Di antaranya Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Alfian Nurrizal, Kapolres Bogor Kota Kombes Pol. Rio Wahyu Anggoro, serta Kapolsek Kramat Jati AKP Pesta Hasiholan Siahaan.

Baca Juga  Gempa Besar Melanda? BMKG Bongkar Rahasia Deteksi 6 Detik sebelum Guncangan Hancurkan Garut!

Seperti diberitakan sebelumnya, Meriyati Roeslani Hoegeng wafat pada Selasa (3/2/2026) dalam usia 100 tahun, setelah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati. Almarhumah mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.24 WIB.

Jenazah Eyang Meri akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Mekarjaya, Depok, Jawa Barat. Sementara itu, Kepala RS Polri Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono menyampaikan bahwa almarhumah akan dimakamkan di Taman Pemakaman Giri Tama, Desa Tonjong, Kabupaten Bogor, pada Rabu (4/2).

Baca Juga  Alasan Pemerintah Percepat Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Ternyata Terkait Kedaulatan Pangan Desa

Eyang Meri lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, Hindia Belanda. Ia merupakan putri dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Meri menikah dengan Jenderal Hoegeng pada 1946 dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *