KITAINDONESIASATU.COM – Yahya Sinwar, pemimpin Hamas, dilaporkan tewas dalam operasi militer Israel di Gaza pada 16 Oktober 2024.
Israel menyelidiki kemungkinan bahwa mayat yang ditemukan setelah baku tembak adalah jasad Sinwar, yang dianggap sebagai arsitek utama serangan Hamas pada 7 September 2024.
Kronologi
Yahya Sinwar, pemimpin Hamas, dilaporkan tewas akibat serangan militer Israel pada Rabu, 16 Oktober 2024, di Jalur Gaza.
Tank Israel menembaki sebuah rumah di Gaza karena adanya pergerakan mencurigakan pada tengah malam.
Setelah itu, pesawat nirawak memindai area serangan dan identifikasi wajah yang diduga Yahya Sinwar di antara reruntuhan.
Militer Israel merekam video detik-detik menggunakan drone FPV yang menunjukkan Sinwar sendiri duduk di sofa merah di antara puing-puing bangunan. Ia berusaha melemparm sebilah kayu ke arah drone tetapi gagal. Identifikasi sinwar dilakukan melalui tes biometrik, sidik jari, serta DNA karena Sinwar pernah dipenjara 20 tahun di Israel.
Konfirmasi Kematian: Israel mengkonfirmasi bahwa mayat itu adalah Sinwar setelah melakukan pemeriksaan DNA dan biometri.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan kematian Sinwar dalam pidato televisi, menyebutnya sebagai “singa yang bersembunyi di sarang gelap”.
Respon Internasional: Insiden ini menimbulkan reaksi internasional. Iran mengatakan pembunuhan Sinwar akan membuat perlawanan di Palestina semakin kuat dan inspiratif bagi generasi muda6. Joe Biden juga bereaksi dengan mengatakan hari itu adalah “hari yang indah” karena kematian Sinwar.
Militer Israel telah melakukan analisis DNA untuk mengonfirmasi identitasnya.
Kematian Sinwar, yang merupakan tokoh penting dalam Hamas, berpotensi mengubah dinamika konflik di kawasan tersebut.
Negara-negara Arab memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap kematian Yahya Sinwar, tetapi secara umum, mereka tampaknya tidak langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang kuat. Namun, beberapa informasi yang tersedia memberikan gambaran tentang pandangan mereka:
Iran mengatakan bahwa kematian Sinwar akan semakin menguatkan perlawanan terhadap rezim Zionis Israel.
Respons ini disampaikan oleh Misi Iran untuk PBB beberapa jam setelah Israel mengumumkan kematian Sinwar.
Misi tersebut menyatakan bahwa sinar perlawanan akan diperkuat dan Sinwar akan menjadi contoh bagi para pemuda dan anak-anak yang akan meneruskan jalannya menuju pembebasan Palestina.
Umum Reaksi Arab
Meski tidak ada pernyataan resmi dari organisasi atau negara-negara Arab secara spesifik, reaksi umum dapat ditebak dari respons internasional lainnya.
Beberapa negara Arab mungkin akan bersikap kritikal atau netral terhadap aksi militer Israel, meski demikian, detail spesifik tentang reaksinya tidak tersedia dalam sumber daya yang digunakan.
Secara umum, negara-negara Arab tampaknya tidak langsung bereaksi keras terhadap kematian Sinwar, tetapi Iran sudah mulai menjalin strategi untuk membalas aksi Israel dengan meningkatkan semangat perlawanan.*




Respon (1)