Berita UtamaNews

Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki

×

Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki

Sebarkan artikel ini
Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki
Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki

Marilah kita kerja keras, marilah kita berjuang tanpa menyerah. Mari kita menghimpun dan menjaga semua kekayaan kita. Jangan mau kekayaan kita diambil murah oleh pihak-pihak lain. Saudara-saudara sekalian, semua kekayaan kita harus sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat kita. Dalam sejarah politik, hal ini mudah diucapkan, tetapi tidak mudah untuk kita capai. Namun, kita bisa mencapainya kalau kita bersatu dan bekerja sama.

Marilah kita bangun masa depan bersama. Marilah kita menganggap rekan-rekan kita, walaupun berbeda suku, berbeda agama, berbeda partai, dan berbagai golongan, kita adalah sama-sama anak Indonesia.

Semangat sesudah bertanding, mari kita berhimpun kembali. Presiden Joko Widodo mengalahkan saya, berapa kali ya, saya lupa. Beliau mengajak saya bersatu, dan saya menerima ajakan itu. Sekarang saya yang menang, dan saya mengajak semua pihak untuk bersatu.

Dalam menghadapi dunia internasional, Indonesia memilih jalan bebas aktif non-blok. Kita tidak mau ikut fakta-fakta militer manapun. Kita memilih jalan bersahabat dengan semua negara. Sudah berkali-kali saya canangkan, Indonesia akan menjalankan politik luar negeri sebagai negara yang ingin menjadi tetangga yang baik. “Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.”

Saudara-saudara sekalian, dengan demikian kita ingin menjadi sahabat semua negara, tetapi kita punya prinsip. Prinsip kita adalah prinsip anti-penjajahan, karena kita pernah mengalami penjajahan. Kita anti-penindasan, karena kita pernah ditindas. Kita anti-rasialisme, kita anti-apartheid, karena kita pernah mengalami apartheid saat kita dijajah. Kita bahkan digolongkan lebih rendah dari anjing; banyak prasasti dan marmer, banyak papan-papan yang menyebut “onderdansk” dan “inlander.” Saya masih melihat prasasti di kolam renang Manggarai tahun ’78.

Karena itu, kita punya prinsip. Kita harus solider, kita harus membela rakyat-rakyat yang tertindas di dunia ini. Nah, itu sebabnya kita mendukung kemerdekaan rakyat Palestina.

Pemerintah Presiden Joko Widodo sudah mengirim banyak bantuan. Hari ini, kita punya tim medis yang bekerja di Gaza, di area dengan risiko yang sangat tinggi. Dokter-dokter dan perawat-perawat kita sudah bekerja sama di Rafah, di Gaza, bersama saudara-saudara kita dari Uni Emirat Arab. Kita pun siap untuk mengirim bantuan yang lebih banyak, dan kita siap untuk evakuasi mereka yang luka, serta anak-anak yang trauma dan menjadi korban. Kita siapkan semua rumah sakit tentara kita dan nanti rumah sakit-rumah sakit lain untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban perang yang tidak adil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *