Berita UtamaNews

Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki

×

Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki

Sebarkan artikel ini
Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki
Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki

Saudara-saudara sekalian, kita harus menghadapi kenyataan bahwa terdapat terlalu banyak kebocoran, penyelewengan, dan korupsi di negara kita ini, yang membahayakan masa depan kita dan masa depan anak-anak serta cucu-cucu kita. Kita harus berani mengakui bahwa terlalu banyak kebocoran dari anggaran kita, penyimpangan-penyimpangan, serta kolusi di antara para pejabat politik, pejabat pemerintah di semua tingkatan, dan pengusaha-pengusaha yang nakal, pengusaha-pengusaha yang tidak patriotik.

Janganlah kita takut untuk melihat realita ini. Kita masih melihat sebagian saudara-saudara kita yang belum menikmati hasil kemerdekaan. Terlalu banyak saudara-saudara kita Yang berada di bawah garis kemiskinan terlalu banyak; anak-anak kita yang berangkat sekolah tidak makan pagi. Terlalu banyak anak-anak kita yang tidak punya pakaian untuk berangkat sekolah. Saudara-saudara sekalian, kita sebagai pemimpin politik, jangan kita terlalu senang melihat angka-angka statistik yang membuat kita terlalu cepat gembira dan terlalu cepat puas, padahal kita belum melihat gambaran sepenuhnya.

Kita merasa bangga bahwa kita diterima di kalangan G20. Kita merasa bangga bahwa kita disebut ekonomi ke-16 terbesar di dunia. Tapi, apakah kita sungguh-sungguh paham? Apakah kita sungguh-sungguh melihat gambaran yang utuh dari keadaan kita? Apakah kita sadar bahwa kemiskinan di Indonesia masih terlalu besar? Apakah kita sadar bahwa rakyat kita dan anak-anak kita banyak yang kurang gizi? Banyak dari kita yang tidak dapat pekerjaan yang baik.

Banyak sekolah-sekolah kita yang tidak terurus. Saudara-saudara sekalian, kita harus berani melihat ini semua, dan kita harus berani menyelesaikan masalah ini. Saya mengajak kita semua, marilah kita berani melihat kenyataan. Kita boleh bangga dengan prestasi kita, tetapi marilah kita jangan tertegun, jangan terlalu cepat puas, dan jangan terlalu cepat gembira dengan menutup mata dan hati kita terhadap tantangan-tantangan dan penderitaan saudara-saudara kita.

Saudara-saudara sekalian, kita tidak boleh memiliki sikap seperti burung unta yang, kalau melihat sesuatu yang tidak enak, memasukkan kepalanya ke dalam tanah. Mari kita menatap ancaman dan bahaya dengan gagah. Marilah kita menghadapi kesulitan dan berani. Saudara-saudara sekalian, marilah kita berhimpun, marilah kita bersatu untuk mencari solusi-solusi, mencari jalan keluar dari ancaman dan bahaya tersebut.

Saudara-saudara sekalian, saya telah mencanangkan bahwa Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh tergantung pada sumber makanan dari luar. Dalam krisis, dalam keadaan di mana tidak ada yang akan mengizinkan barang-barang mereka untuk kita beli, karena itu Tidak ada jalan lain; dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kita harus mencapai ketahanan pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *