KITAINDONESIASATU.COM– PT Bogor Artha Makmur (BAM), pengembang Pasar Jambu Dua, mendesak Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor untuk segera merealisasikan relokasi pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua.
Sejak rampungnya pembangunan pasar tersebut pada Juli 2024, proses pemindahan pedagang dinilai belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Direktur Utama PT BAM, MH Ages, mengungkapkan bahwa dari total 1.141 kios dan los yang tersedia, baru sekitar 20 persen yang terisi, mayoritas oleh pedagang eksisting Pasar Jambu Dua. Sementara itu, 800 unit yang diperuntukkan bagi pedagang Pasar Bogor masih kosong.
“Kami diburu-buru untuk menyelesaikan pembangunan dalam waktu tujuh bulan. Namun, hingga kini, relokasi pedagang belum terealisasi,” ujar Ages.
Ia menambahkan bahwa sekitar 175 pedagang Pasar Bogor telah membooking unit, namun enggan pindah karena Pasar Bogor masih beroperasi.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasional Perumda PPJ, Abdul Haris Maraden, menyatakan bahwa konsep relokasi masih dalam tahap pematangan.
“Terburu-buru itu berisiko. Kami sedang mematangkan konsepnya,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor telah meninjau Pasar Jambu Dua sebagai persiapan relokasi pedagang Pasar Bogor dan Pasar Sukasari setelah Lebaran . Namun, hingga kini, proses tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti.
Ages menekankan bahwa investasi besar telah dikeluarkan untuk pembangunan Pasar Jambu Dua, yang dirancang sebagai pasar modern dengan fasilitas lengkap.
Ia berharap Perumda PPJ segera mengambil tindakan konkret untuk merealisasikan relokasi sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati.
“Kami butuh action, bukan sekadar janji. Kami telah memenuhi kewajiban sebagai investor, kini saatnya Perumda PPJ menunjukkan komitmennya,” tegas Ages. (Nicko/Yo)



