News

Investasi 773,5 Triliun, Singapura Siap Impor LTS dari Indonesia 2 Gigawatt

×

Investasi 773,5 Triliun, Singapura Siap Impor LTS dari Indonesia 2 Gigawatt

Sebarkan artikel ini
PLTS
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya. foto: pixabay.com

KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Singapura telah menyetujui impor listrik tenaga surya dari Indonesia, dengan kapasitas 2 Gigawatt (GW).

Pemerintah Singapura telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dan akan menandatangani MoU dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia untuk memfasilitasi proyek ini.

Selain itu, proyek ini diharapkan dapat menumbuhkan industri panel surya di Indonesia dan menciptakan banyak lapangan kerja.

Perusahaan-perusahaan seperti Pacific Medco Solar Energy, Adaro Clean Energy, dan Energi Baru TBS dari Indonesia, serta Seraphim Solar System, LONGi Solar Technology, IDN Solar, Sungrow, dan Huawei Tech Investment dari Singapura, akan terlibat dalam proyek ini.

Baca Juga  Pesawat Militer AS KC-135 Jatuh di Irak, Empat Awak Dilaporkan Tewas

Untuk membangun proyek ini dibutuhkan investasi mencapai Rp 773,5 triliun.

Menyikapi rencana Singapura yang akan mengimpor listrik dari Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan syarat penggunaan jasa dan barang dalam negeri atau tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 60 persen ke Singapura.

Disampaikan, Singapura berminat untuk mengimpor listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Indonesia sebesar 2 Gigawatt (GW).

Kebun tenaga matahari itu akan dibangun di Batam serta Kepulauan Karimun transmisinya menggunakan kabel bawah laut.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan mekanisme penjualan listrik dari sumber energi baru terbarukan (EBT) saat ini masih dalam pembahasan. Namun yang pasti, kapasitas listrik yang akan diekspor ke negeri Singa yakni sebesar 2.000 Mega Watt (MW) atau 2 Giga Watt (GW).

Baca Juga  Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Soroti Biaya Produksi Listrik, Siap Pangkas Subsidi dengan Teknologi Baru

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menjelaskan mekanisme penjualan listrik dari sumber energi baru terbarukan (EBT) tersebut saat ini masih dalam pembahasan.

“Untuk PLTS yang nantinya akan dibawa ke luar itu juga memperhatikan TKDN bersyarat 60 persen. Ini kan juga pastinya akan menumbuhkan sektor industri kita untuk bisa bermain di sini. Jadi berkontribusi gitu,” kata Eniya dalam keterangannya belum lama ini. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *