KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait masa depan Iran. Dalam wawancara lewat sambungan telepon dengan NBC News pada Kamis (5/3), Trump secara terang-terangan menyatakan ingin struktur kepemimpinan Iran dibersihkan dan diganti dengan sosok baru yang dinilainya lebih layak memimpin negara tersebut.
“Kami ingin masuk dan membersihkan semuanya,” ujar Trump dalam pernyataan yang langsung memicu perhatian luas.
Trump bahkan mengklaim sudah memiliki sejumlah kandidat yang dianggapnya bisa menjadi pemimpin yang baik bagi Iran, meski ia menolak mengungkapkan identitas orang-orang yang dimaksud. Menurutnya, langkah-langkah khusus juga telah diambil untuk memastikan para kandidat tersebut tetap aman di tengah situasi konflik yang memanas.
“Kami mengawasi mereka,” kata Trump, memberi isyarat bahwa Washington memantau tokoh-tokoh yang berpotensi muncul sebagai pemimpin baru Iran.
Dalam wawancara lanjutan yang disiarkan NBC Nightly News pada Sabtu (28/2), Trump kembali menyinggung kemungkinan perubahan kepemimpinan di Iran. Ia bahkan berkelakar—dengan nada sarkastik—bahwa suatu saat pejabat Iran mungkin akan menghubunginya untuk menanyakan siapa yang sebaiknya memimpin negara tersebut.
Namun Trump mengaku belum bisa memastikan siapa sosok yang akan memimpin Iran di masa depan, meski ia menegaskan tidak ingin melihat calon pemimpin yang hanya akan membangun kembali Iran dalam waktu 10 tahun.
Respons atas Ancaman Iran
Pernyataan Trump juga menanggapi komentar Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang sebelumnya mengatakan kepada NBC bahwa Iran siap menghadapi kemungkinan invasi darat dari pasukan Amerika Serikat dan Israel.
Trump menepis pernyataan itu sebagai sia-si”, sekaligus menegaskan bahwa pemerintahannya tidak mempertimbangkan opsi invasi darat.
Meski begitu, ia menegaskan tekanan dan serangan terhadap Iran akan terus berlanjut dengan intensitas tinggi.
“Mereka sudah kehilangan segalanya. Mereka kehilangan angkatan laut mereka dan semua yang bisa mereka kehilangan,” kata Trump. (Sumber: Anadolu)



