KITAINDONESIASATU.COM – Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez menyerukan agar seluruh serangan terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon dihentikan segera.
Seruan tersebut disampaikan usai komunikasi dengan Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam, di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah selatan Lebanon.
Pemerintah Spanyol menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon yang dinilai tidak memilih konflik yang tengah berlangsung.
Selain itu, Madrid juga menyatakan solidaritasnya terhadap Beirut serta memberikan apresiasi atas peran pasukan Spanyol yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon.
Peran UNIFIL dan Eskalasi Konflik
Misi UNIFIL telah beroperasi di Lebanon selatan sejak 1978 dan terus diperpanjang, termasuk melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 pascakonflik tahun 2006.
Dalam situasi terbaru, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dinilai tidak dapat diterima dan harus dihentikan demi menjaga stabilitas kawasan.
Ketegangan meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara dan darat di Lebanon selatan menyusul aksi lintas batas oleh kelompok Hizbullah pada awal Maret.
Serangan tersebut terjadi meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak November 2024.
Otoritas Lebanon melaporkan bahwa sejak eskalasi terbaru, jumlah korban jiwa mencapai lebih dari seribu orang dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka, memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.(*)



