KITAINDONESIASATU.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau Sekjen PBB Antonio Guterres, melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di tengah meningkatnya ketegangan yang berdampak pada jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Pembicaraan tersebut menjadi bagian dari upaya diplomasi yang lebih luas untuk merespons situasi yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Selain dengan Iran, Guterres juga menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat internasional, termasuk perwakilan Amerika Serikat di PBB, serta menteri luar negeri dari Mesir dan Pakistan.
Eskalasi Konflik Picu Gangguan Distribusi Energi
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel ke sejumlah target di Iran pada akhir Februari.
Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Iran yang menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan.
Situasi ini berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dan gas dunia.
Gangguan yang terjadi menyebabkan hambatan pada ekspor energi dari negara-negara Teluk, sekaligus memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
Langkah diplomasi yang dilakukan PBB diharapkan dapat meredakan ketegangan dan membuka ruang dialog guna menjaga stabilitas kawasan serta kelancaran distribusi energi global.(*)




