KITAINDONESIASATU.COM – Konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat kini merambah dunia digital atau perang siber.
Sebuah serangan siber besar dilaporkan menargetkan perusahaan teknologi medis asal AS, Stryker, yang berpusat di Michigan.
Serangan tersebut diklaim dilakukan oleh kelompok peretas bernama Handala. Mereka menyatakan telah menghapus data dari lebih dari 200.000 perangkat, server, dan sistem perusahaan di berbagai negara.
Selain itu, kelompok tersebut juga mengklaim berhasil mencuri sekitar 50 terabyte data internal perusahaan.
Operasional Global Sempat Lumpuh
Akibat serangan itu, jaringan sistem perusahaan di sejumlah negara mengalami gangguan besar.
Banyak karyawan dilaporkan tidak dapat mengakses laptop maupun ponsel kerja karena perangkat tersebut tiba-tiba tidak berfungsi setelah data dihapus dari sistem.
Beberapa halaman login internal perusahaan bahkan sempat menampilkan logo kelompok peretas yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Perusahaan kemudian mengonfirmasi bahwa jaringan global mereka mengalami gangguan yang memengaruhi sistem berbasis teknologi dari Microsoft.
Serangan Jenis Wiper yang Berbahaya
Para analis keamanan siber menilai serangan ini menggunakan metode yang dikenal sebagai wiper attack.
Teknik ini memungkinkan peretas menghapus data secara massal dari perangkat jarak jauh melalui sistem manajemen perangkat berbasis cloud, seperti Microsoft Intune.



