Ia memperingatkan bahwa infrastruktur penting dan fasilitas energi di Timur Tengah berpotensi “hancur secara permanen” jika pembangkit listrik Iran menjadi sasaran serangan.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan bahwa “ancaman dan terorisme” justru memperkuat persatuan rakyat Iran.
“Ilusi menghapus Iran dari peta menunjukkan keputusasaan terhadap kehendak negara yang membuat sejarah,” ujarnya seperti dilansir The Guardian.
Pezeshkian juga menegaskan: “Selat Hormuz terbuka untuk semua orang, kecuali mereka yang merambah wilayah kami. Kami dengan tegas menghadapi ancaman gila di medan perang.”
Iran Bantah Tutup Total: “Akses Masih Terbuka untuk Negara Netral”
Di tengah eskalasi retorika, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan klarifikasi penting. Ia membantah bahwa Selat Hormuz telah ditutup sepenuhnya.
“Kami belum menutup selat tersebut. Selat itu terbuka,” kata Araghchi, dikutip dari AFP.
Ia menjelaskan bahwa pembatasan hanya berlaku bagi kapal dari negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran, sementara negara lain masih diperbolehkan melintas.


