Internasional

Daftar Negara yang Diizinkan Iran Melintas di Selat Hormuz, Ada China hingga Rusia

×

Daftar Negara yang Diizinkan Iran Melintas di Selat Hormuz, Ada China hingga Rusia

Sebarkan artikel ini
Kapal Tanker LNG Qatar
Krisis Selat Hormuz Dinilai Ancam

KITAINDONESIASATU.COMKetegangan di kawasan Iran atau Timur Tengah meningkat setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas umum dan memicu korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di kawasan dan membatasi akses pelayaran di Selat Hormuz.

Situasi tersebut berdampak luas terhadap jalur distribusi energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman minyak dan gas.

Baca Juga  Konflik 12 Hari Iran-Israel: Iran Klaim 935 Warga Tewas

Pembatasan yang diberlakukan menyebabkan ribuan kapal tertahan di kawasan Teluk Persia dan memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Aktivitas pelayaran pun terganggu karena banyak kapal memilih berhenti di perairan terbuka demi alasan keamanan.

Daftar Negara yang Diizinkan Iran Melintas

Di tengah pembatasan tersebut, Iran tetap memberikan akses bagi sejumlah negara yang tidak dianggap terlibat dalam konflik.

Negara-negara seperti Rusia, China, India, Pakistan, dan Irak termasuk yang diizinkan melintas. Selain itu, kapal tanker dari Malaysia dan Thailand juga memperoleh izin setelah melalui koordinasi diplomatik.

Baca Juga  DETIK-DETIK Menegangkan! Reporter "Nembak" Pertanyaan Soal Kesehatan Mental Trump, Jawabannya Justru Bikin Publik Semakin Khawatir!

Negara lain seperti Bangladesh tidak dikenakan pembatasan, sementara Indonesia mendapatkan respons positif atas permintaan agar kapal tanker dapat melintas dengan aman. Iran juga membuka peluang kerja sama dengan Jepang untuk memastikan kelancaran pelayaran.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi konflik, jalur strategis tersebut tetap dibuka secara terbatas bagi negara-negara yang menjaga hubungan baik dengan Teheran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *