Internasional

Ledakan Maut Saat Salat Jumat, Islamabad Berdarah, Pakistan Tuding India-Afghanistan

×

Ledakan Maut Saat Salat Jumat, Islamabad Berdarah, Pakistan Tuding India-Afghanistan

Sebarkan artikel ini
Ledakan Islamabad
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Ledakan berdarah di ibu kota Pakistan langsung memicu perang pernyataan panas. India dan Afghanistan pada Jumat (6/2) kompak mengecam keras aksi bom mematikan di Islamabad, sekaligus menolak mentah-mentah tudingan keterlibatan mereka dalam serangan yang menewaskan puluhan orang.

Kementerian Luar Negeri India menyatakan duka mendalam atas tragedi tersebut.

“Kami mengecam pengeboman di sebuah masjid di Islamabad hari ini dan menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa,” tulis pernyataan resmi pemerintah India.

Aksi teror terjadi di Imambargah Khadijah-tul-Kubra, rumah ibadah Muslim Syiah di kawasan Shehzad Town, saat salat Jumat berlangsung. Ledakan di tengah jemaah itu menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya — menjadikannya salah satu serangan paling mengerikan belakangan ini di Pakistan.

Namun, situasi makin memanas setelah pejabat Pakistan menuding serangan tersebut bagian dari operasi teror yang dikaitkan dengan India. Juru bicara PM Shehbaz Sharif untuk media asing, Mosharraf Zaidi, menyebut serangan itu sebagai rangkaian pembunuhan teror yang “diorkestrasi India”.

“Proksi teroris India tidak akan menghentikan pemulihan ekonomi Pakistan, tidak akan memecah belah rakyat, dan tidak akan melemahkan posisi diplomasi kami,” tulisnya di platform X.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif bahkan mengungkap pelaku sempat dihadang aparat sebelum menembaki jemaah lalu meledakkan diri di bagian belakang barisan salat. Ia juga menuding keterlibatan India dan Afghanistan.

Pemerintah New Delhi menolak seluruh tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar. Mereka menilai Pakistan justru sedang mencari kambing hitam atas tragedi internalnya.

Tak hanya India, Afghanistan pun ikut angkat suara. Kementerian Pertahanan Afghanistan menegaskan negaranya tidak pernah membenarkan pembunuhan warga sipil demi tujuan politik.

“Pemerintah Afghanistan berpegang pada nilai-nilai Islam dan tidak mendukung tindakan ilegal seperti ini,” tulis pernyataan resmi mereka. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *