KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Jepang mengumumkan rencana pelepasan cadangan minyak nasional guna menekan dampak lonjakan harga energi di tengah ketegangan kawasan Timur Tengah.
Kebijakan ini akan mulai dijalankan pada Kamis (27/3) sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi.
Kementerian Perindustrian setempat menyebutkan sekitar 8,5 juta kiloliter minyak akan didistribusikan dari sejumlah lokasi penyimpanan di seluruh negeri.
Langkah ini melanjutkan kebijakan sebelumnya, setelah cadangan minyak swasta setara kebutuhan 15 hari lebih dulu dilepas ke pasar.
Dampak Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga
Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan pemerintah akan memperkuat diplomasi dengan negara-negara terkait guna meminimalkan dampak krisis terhadap perekonomian nasional.
Jepang diketahui sangat bergantung pada impor minyak, dengan sebagian besar pasokan berasal dari kawasan Timur Tengah.
Kondisi pasar energi global semakin tertekan sejak terganggunya jalur distribusi utama di Selat Hormuz, yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia serta melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Situasi ini turut mendorong kenaikan harga bahan bakar di dalam negeri hingga mencapai rekor tertinggi.
Pemerintah menargetkan harga bensin dapat ditekan kembali ke kisaran yang lebih terjangkau melalui kebijakan ini.
Selain itu, otoritas keuangan juga menyoroti peran spekulasi pasar dalam memperburuk fluktuasi harga energi dan nilai tukar.
Di sisi lain, industri petrokimia Jepang mulai menghadapi gangguan pasokan bahan baku, sehingga perusahaan harus mencari alternatif sumber energi dari berbagai kawasan dengan biaya yang lebih tinggi.
Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan global, Perdana Menteri Takaichi sebelumnya juga melakukan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memastikan keamanan jalur pelayaran energi internasional.(*)


