Internasional

Iran Tutup Pintu Dialog, Sebut AS Harus Hentikan Ancaman Dulu

×

Iran Tutup Pintu Dialog, Sebut AS Harus Hentikan Ancaman Dulu

Sebarkan artikel ini
JURU KOMANDO IRAN
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari. (Dok. X)

KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan global kembali memanas. Iran secara tegas menyatakan hanya akan membuka pintu perundingan dengan Amerika Serikat jika Washington harus benar-benar menghentikan segala niat yang dianggap mengancam rakyat Iran.

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, melontarkan pernyataan keras yang mengguncang. Ia menegaskan bahwa negosiasi bukan sesuatu yang bisa dipaksakan, melainkan sepenuhnya bergantung pada kehendak Teheran.

Dalam pernyataan yang tajam, Iran menegaskan tidak akan berunding dengan pihak yang masih dianggap memiliki niat bermusuhan. Bahkan, perundingan disebut mustahil terjadi selama ancaman terhadap rakyat Iran belum sepenuhnya dihapus.

“Kata pertama dan terakhir kami, tidak akan pernah bernegosiasi,” tegasnya.

Di tengah ketegangan ini, laporan media internasional menyebut Amerika Serikat diam-diam telah menyodorkan proposal berisi 15 poin kepada Iran guna meredakan konflik di Timur Tengah—yang kini mulai berdampak pada ekonomi AS sendiri.

 Situasi makin panas setelah serangan militer dilancarkan oleh AS dan Israel ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menimbulkan korban sipil.

Tak tinggal diam, Iran langsung melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta target militer AS di kawasan Timur Tengah.

Awalnya, serangan disebut sebagai langkah pencegahan terhadap program nuklir Iran. Namun belakangan, narasi berubah menjadi upaya mengganti rezim di Teheran—memicu kekhawatiran konflik besar yang bisa meluas. (Sumber: Sputnik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *