Internasional

Dampak Serangan AS-Israel, Jalur Minyak Dunia di Ujung Tanduk

×

Dampak Serangan AS-Israel, Jalur Minyak Dunia di Ujung Tanduk

Sebarkan artikel ini
kapal tanker iran
Iran serang kapal tanker yang melintas Selat Hormuz.

KITAINDONESIASATU.COM – Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz anjlok drastis setelah risiko keamanan melonjak tajam. Lebih dari 700 kapal kini terkatung-katung di kedua sisi jalur strategis itu, menunggu kepastian di tengah bayang-bayang konflik.

Terletak di gerbang Teluk Persia dan menjadi penghubung ke Teluk Oman serta Samudra Hindia, Selat Hormuz selama ini menjadi nadi energi global. Sekitar 20 persen konsumsi minyak harian dunia—setara 20 juta barel per hari—melewati koridor sempit ini. Kini, alirannya nyaris tersendat.

Situasi memburuk usai serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran akhir pekan lalu. Operator kapal langsung menghentikan pelayaran karena premi asuransi melonjak tajam dan ancaman keamanan tak terkendali.

Data perusahaan intelijen maritim Kpler menunjukkan angka yang mencengangkan. Pada 27 Februari, 15 kapal tanker masih mengangkut 21 juta barel minyak. Sehari kemudian, 18 kapal membawa 21,6 juta barel. Namun pada 1 Maret, hanya tiga kapal tanker yang berani melintas dengan total muatan 2,8 juta barel—anjlok 86 persen dibandingkan rata-rata harian tahun ini yang mencapai 19,8 juta barel.

Penurunan tajam ini mengindikasikan pengiriman sempat dikebut sebelum risiko melonjak, lalu mendadak nyaris berhenti saat situasi memburuk.

Hingga kini, tercatat 706 kapal tanker non-Iran menunggu di berbagai titik—334 kapal minyak mentah, 109 kapal produk minyak kotor, dan 263 kapal produk minyak bersih—tersebar di Teluk Persia bagian barat, Teluk Oman sisi timur, hingga Laut Arab. Antrean panjang ini berpotensi memicu gangguan rantai pasok global dan mendorong ongkos kirim meroket.

Meski aktivitas pemuatan di dalam Teluk masih berjalan, minimnya keberangkatan ke arah timur dan lamanya waktu tunggu di titik cekik  Selat Hormuz diperkirakan menunda kedatangan kargo serta memperparah tekanan biaya logistik dunia.

Situasi Makin Mencekam

Pasca serangan akhir pekan, muncul laporan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengirim pesan kepada kapal-kapal melalui frekuensi darurat internasional VHF Channel 16, menyatakan tak ada kapal yang akan diizinkan melintas. Meski belum ada pengumuman resmi penutupan, media Iran mengklaim Selat Hormuz secara efektif telah ditutup.

Sejumlah kapal kontainer dilaporkan berbalik arah untuk menghindari perairan panas tersebut. Beberapa perusahaan pelayaran global bahkan menghentikan operasionalnya melewati jalur itu karena risiko yang dianggap terlalu tinggi. (Sumber: Anadolu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *