KITAINDONESIASATU.COM – Gelombang badai musim dingin ekstrem menerjang Amerika Serikat dan menelan korban jiwa. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dalam beberapa hari terakhir akibat suhu beku, salju lebat, dan lapisan es berbahaya yang melanda wilayah selatan hingga timur Negeri Paman Sam.
Sebagaimana dilaporkan CNN, data korban dari pernyataan resmi sejumlah pemerintah negara bagian, seiring meningkatnya peringatan keselamatan publik, pembatasan aktivitas warga, hingga kondisi jalanan yang berubah menjadi licin dan berbahaya akibat cuaca ekstrem.
Di Austin, Texas, Wali Kota Kirk Watson mengonfirmasi satu orang meninggal dunia akibat badai musim dingin. Meski identitas korban tidak diungkap, kota tersebut dilaporkan mengalami suhu ekstrem, hujan es, serta gangguan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.
Sementara itu, di Louisiana, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat hipotermia selama akhir pekan. CNN mengutip data Departemen Kesehatan negara bagian yang menyebut suhu anjlok drastis, diperparah oleh gangguan pasokan listrik di beberapa wilayah.
Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) memperingatkan bahwa salju lebat dan lapisan es berbahaya diperkirakan akan meluas dari Texas bagian timur hingga North Carolina. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, pemadaman listrik massal, serta penutupan jalan dan bandara.
NWS juga menekankan bahwa kombinasi salju, hujan beku, dan angin kencang berpotensi memperparah situasi darurat, khususnya di wilayah selatan AS yang jarang menghadapi musim dingin ekstrem dan memiliki kesiapan infrastruktur terbatas.
Hingga kini, sedikitnya 21 negara bagian telah menetapkan status darurat, memberikan kewenangan tambahan bagi pemerintah daerah untuk menutup fasilitas umum, mengerahkan sumber daya, hingga meminta bantuan federal.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bahkan menyebut badai salju kali ini sebagai peristiwa “bersejarah”.
Sebelumnya, data Poweroutage Tracker mencatat lebih dari 130.000 rumah di Amerika Serikat mengalami pemadaman listrik hingga Sabtu (24/1) malam. Pemadaman terbanyak terjadi di Texas dan Louisiana, dengan lebih dari 100.000 rumah di dua negara bagian tersebut terdampak langsung badai salju. (Sumber: Sputnik)


