KITAINDONESIASATU.COM – Laporan terbaru mengungkap bahwa pemerintahan Donald Trump diam-diam menyiapkan pengerahan pasukan darat Amerika Serikat ke Iran.
Padahal, sehari sebelumnya Trump dengan tegas mengatakan kepada publik bahwa ia tidak akan menempatkan pasukan di mana pun. Namun pernyataannya justru memicu kecurigaan setelah ia menambahkan kalimat misterius: “Kalau saya melakukannya, tentu saya tidak akan memberi tahu Anda.”
Di balik layar, situasi ternyata jauh lebih panas. Laporan CBS News menyebut para komandan militer senior sudah mengajukan permintaan khusus untuk mempersiapkan invasi darat ke Iran. Bahkan, koordinasi intens juga disebut terjadi antara AS dan Israel untuk menggabungkan kekuatan militer mereka.
Meski demikian, Gedung Putih buru-buru meredam spekulasi. Juru bicara Karoline Leavitt menegaskan belum ada keputusan final dari Trump. Ia menyebut semua persiapan ini hanyalah bagian dari strategi Pentagon untuk memberi opsi maksimal bagi sang presiden—bukan tanda perang sudah dimulai.
Namun fakta di lapangan berkata lain. Para pejabat militer dilaporkan sudah membahas skenario penanganan tawanan perang jika konflik meledak—mulai dari penahanan hingga lokasi penampungan. Sinyal bahwa perang besar bisa saja tinggal menunggu waktu.
Di sisi lain, Iran tak tinggal diam. Serangan demi serangan dilancarkan, termasuk drone yang menghantam fasilitas minyak di Kuwait, serta rentetan rudal ke target di Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Yang lebih mencengangkan, sekitar 4.000 pasukan AS disebut sudah berada di kawasan, termasuk 2.500 Marinir yang siap tempur di kapal amfibi lengkap dengan jet tempur F-35, rudal, dan kendaraan tempur yang bisa langsung menyerbu daratan.
Korban pun mulai berjatuhan. Hingga kini, 13 tentara AS dilaporkan tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka—meski pasukan darat belum dikerahkan. (Sumber: Anadolu)


