News

Inilah Daftar Korban Tewas Selama Aksi Demo Anarkis yang Terjadi di Indonesia

×

Inilah Daftar Korban Tewas Selama Aksi Demo Anarkis yang Terjadi di Indonesia

Sebarkan artikel ini
halte senen diabkar
Dok. Kondisi Halte Transjakarta Toyota Rangga Senen, Jakarta Massa, yang dibakar oknum massa demonstran, Jumat (29/8). (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Aksi demo anarkis yang terjadi sepakan terakhir di Indonesia tidak hanya memakan korban hancurnya dan terbakarnya fasilitas Polri dan gedung DPRD sejumlah daerah juga adanya korban jiwa.

Setidaknya ada 10 korban tewas dari aksi yang terjadi disejumlah wilayah di daerah di Indonesia yang diduga akibat terjadinya aksi kekerasan yang dilakukan aparat keamanan seperti yang terjadi Jakarta, Yogyakarta, Solo, Manukwari hingga Makasar.

Insiden kematian Affian Kurniawan driver Ojek Online (Ojol) yang ditabrak mobil Rantis Brimob menjadi pemicu terjadinya gelomban aksi demo besar-besaran yang berujung aksi anarkis hingga pembakaran hingga bentrokan yang berlangsung cukup lama di sejumlah kota provinsi di Indonesia.

Berikut ini daftar 10 orang korban tewas selama terjadi aksi anarkis yang berlangsung 25 Agustus 2025 hingga 28 Agustus 2025:

  1. Affan Kurniawan
    Driver Ojol ini Affan Kurniawan (21) tewas dilindas mobil Rantis Brimob Polda Metro Jaya saat terjadi caos di kawasan Rusun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat Kamis, 28 Agustus 2025 malam.

Saat itu korban berlari di antara kerumunan yang juga berlari bersamaan melajunya kendaraan Rantis Brimob kemudian korban hendak mengambil ponselnya yang jatuh.

Menurut komunitas Ojol URC Erna mengatakan Affan saat itu berlari kemudian keserimpet dan terjatuh langsung dilintas mobil Rantis yang juga melaju dibelakangnya.

Baca Juga  Layanan SIM Keliling Bekasi

Menurut Erna Affan sempat mencoba bagun tetap barracuda itu mundur sebentar lalu melaju kencang meninggalkan tempat kejadian perkara, hingga terus dikejar dikuntet sejumlah ojol lainnya.

Affandi yang luka parah langsung dibawa ke rumah saki dalam kondisi kritis hingga sampai di IGD, setelah 5 menit kemudian ketika dicek nadinya Affan sudah tidak ada lagi hingga dinyatakan meninggal di RSCM pukul 19:50 WIB.

  1. Syaiful Akbar
    Pria berusia 43 tahun ini merupakan Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah meninggal dunia di RS Grestelina, dia merupakan salah satu dari 4 korban tewas dalam kebakaran Kantor DPRD Kota Makassar akibat aksi demo anarkis yang berujung kerusuhan tanggal 28 Agustus 2025.

Dalam peristiwa itu ada tiga orang tewas terjebak di dalam gedung saat Kantor DPRD Kota Makassar terbakar dan satu orang lagi tewas dikeroyok massa di Jalan Urip Sumoharjo.

  1. Muhammad Akbar Basri
    Fotografer Humas DPRD Kota Makassar berusia 26 tahun ini ditemukan tewas di lantai 3 Gedung DPRD Makassar dalam kondisi hangus terbakar, diduga korban bersembunyi untuk menhindari amuk massa namun tidak bisa keluar setelah gedung sudah dibakar massa.
  2. Sarinawati
    Wanita berusia 25 tahun ini merupakan staf DPRD Kota Makassar juga tewas ditemukan di lantai 3 gedung yang terbakar, sama seperti Abay diduga juga bersembunti untuk menyelamatkan diri, tetapi tidak berhasil keluar setelah gedung dibakar massa.
  3. Rusmadiansyah
    Pria berusia 26 tahun ini bukan mahasiswa yang ikut berunjuk rasa, namun dia dikeroyok oleh massa di Jalan Urip Sumohardjo depan Kampus Muslim Indonesia, korban dituduh Ojol sebagai intel aparat, hingga korban dikeroyok massa.
Baca Juga  Pasangan Airin-Ade Minta KPU dan Bawaslu Harus Profesional

Korban mengalami luka parah sempat dievakuasi ke RSUP OJK Kemenkes RI kawasan CPI tetapi akibat luka para yang diderita korban akhirnya tak tertolong dan meninggal dunia.

  1. Rheza Sendy Pratama
    Korban merupakan mahasiswa Semester V Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, tewas dalam kericuhan di kawasan Ring ROad Utara depan Markas Polda DIY Minggu, 31 Agustus 2025.
  2. Sumari
    Korban meninggal saat terjadi kerusuhan di Solo pada Jumat malam, 29 Agustus 2025 seorang tukang becak berusia lanjut yang sehari-hari mangkal di Pasar Gede.

Korban ditemukan lemas di dekat gedung pakir Ketandan ketika bentrokan massa dan polisi memanas di Bundaran Gladak.

Korban saat itu ditemukan sedang duduk dan mau muntah sambil memegangi dadanya, korban lalu di bawa ke RSUD dr Moewardi tetap nyawanya tak tertolong.

Korban diketahui memiliki riwayat jantung dan asma, namun sejumlah warga menduga korban meninggal akibat paparan gas air mata yang terbawa angin hingga Pasar Gede yang memperburuk kondisi kesehatan korban.

Baca Juga  Jakarta Christmas Concer 2024 di Balai Sarbini Berlangsung Meriah
  1. Septinus Sesa
    Korban meninggal dunia saat aksi blokade aparat di kawasan Wirsi dan Jl Yos Sudarso, Manukwari Kamis malam, 28 Agustus 2025, kasus kematian korban kini dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat.
  2. Iko Juliant Junior
    Mahasiswa Universitas Negeri semarang ini tewas di RS Kariadi pada Minggu, 31 Agustus 2025, saat itu korban ditemkan dalam kondisi mengalami luka parah hingga kritis dalam kondisi tak sadarkan diri dan mengigau minta ampun agar tak dipukuli.

Berdasarkan kronologi dari alumni FH Unnes korban berangkat ke kampun naik sepeda motor pada Sabtu, 30 Agustus 2025 pukul 17:00 WIB saat itu mengenakan baju PDH DPM Unnes dan membawa jas almamater di dalam ransel.

Pada pukul 23:00 WIB korban dijemput oleh temannya, keduanya berangkat ke Polda Jateng menjemput temannya.

Kemudian berangkat ke Polda Jawa Tengah untuk menjemput teman mereka yang ditahan setelah ujuk rasa.

Namun belum diketahui setelah peristiwa setelah itu, namun berdasarkan penelusuran Iko diantar polisi ke RS Kariadi dalam kondisi kritis Minggu, 31 Agustus 2025 pukul 11:00 WIB, hingga akhirnya meninggal pukul 15:30 WIB.

  1. Andika Lufhfi Falah
    Adalah siswa berusia 16 tahun asal Desa Pematang, Tigaraksa, Kabupaten Tangeran, Banten menjadi korban meninggal saat turut serta aksi membubaran DPR di Gedung DPR pada 28 Agustus 2025.

Andika merupakan siswa SMK Negeri 14 sempat dirawat di RS Dr Mintoharjo, Jakarta sebelum kemudian meninggal dunia.

Menurut Ketua RT ANdika di Puri Bidara Permai tim medis menjelaskan bahwa Andika terlua berat bagian kepala diduga akibat benturan benda tumpul, keluarga sepakat tak melanjutkan kasus ini kejalur hukum, orang tua Andika menyatakan menerima kematian putranya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *