News

Ini Strategi Budiman Sudjatmiko Mengentaskan Kemiskinan

×

Ini Strategi Budiman Sudjatmiko Mengentaskan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
FotoJet 6 13
Budiman Sudjatmiko, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan

KITAINDONESIASATU.COM – Budiman Sudjatmiko, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, menegaskan komitmennya untuk memberdayakan masyarakat miskin sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia.

“Pengentasan kemiskinan bukan hanya soal mengatasi gejala, tetapi harus menyeluruh. Ini bukan sekadar memberikan uang tunai, melainkan juga mencakup pemberdayaan dan pembangunan inklusif dari sektor industri serta kebijakan investasi,” ungkap Budiman Sudjatmiko pada Selasa, 22 Oktober 2024.

Dia menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat miskin tidak hanya akan fokus pada bantuan ekonomi langsung. Tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat sebagai sumber daya manusia. Sehingga mereka dapat mengelola produk yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup.

Baca Juga  Asisten Rumah Tangga Temukan Dua Benda Mirip Mortir dari Rumah Majikannya

Budiman memberikan contoh bahwa pemberdayaan dapat di lakukan melalui pelatihan kompetensi dalam pengelolaan koperasi atau melalui pelatihan teknologi dalam bentuk upskilling dan reskilling.

Baca juga: PERTEMUAN SEJARAH! Aktivis 98 Bergabung dengan Kabinet Prabowo Subianto

Lebih lanjut, Budiman memastikan bahwa meskipun akan ada lebih banyak program pemberdayaan masyarakat miskin, mekanisme yang ada. Seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), tidak akan di hapus. Sebaliknya, program-program yang ada akan di perkuat.

“Insya Allah BLT akan tetap ada, itu adalah janji kampanye Pak Prabowo dan Mas Gibran, dan akan ada tambahan seperti kartu untuk lansia. Tugas kami adalah untuk menyinkronkan, mempercepat, dan mengakuratkan program-program ini,” ujarnya.

Baca Juga  Panduan Lengkap Puasa Nisfu Syaban 2025: Keutamaan, Niat, dan Tata Cara

Budiman, yang baru saja di lantik oleh Presiden Prabowo Subianto, juga menyatakan bahwa badan yang di pimpinnya akan berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga dalam pelaksanaan rencana induk pengentasan kemiskinan.

Salah satu fokus harmonisasi antar kementerian adalah pengumpulan data objektif mengenai kondisi kemiskinan di Indonesia.

Ia berharap dengan sinkronisasi data antar lembaga, kebijakan yang di ambil akan lebih efektif sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pengelolaan data harus menjadi pedoman sehingga kita mendapatkan data yang valid, objektif, dan dinamis. Penanganan kemiskinan bukan sekadar membagi bantuan tunai, tetapi juga mengentaskannya,” pungkasnya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *