News

Indonesia Turki Alih Teknologi, dalam Pengadaan 2 Kapal Rudal

×

Indonesia Turki Alih Teknologi, dalam Pengadaan 2 Kapal Rudal

Sebarkan artikel ini
D5945693 F053 412B 9C19 69E707E8B735

KITAINDONESIASATU.COM – Sudah tak zamannya lagi Indonesia sebatas buyer (pembeli) untuk pengadaan Alutsista (alat utama sistem senjata), tapi melalui kerja sama alih teknologi atau ofset.

Hal itulah yamg kini dikerjakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk pengadaan pengadaan dua kapal cepat rudal (KCR) full combat mission 70 meter (m) buatan galangan kapal Sefine Shipyard Turki.

“Ofset itu termasuk sejumlah pelatihan kepada industri pertahanan dalam negeri,” kata kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemenhan RI Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha kepada wartawan, pada Jumat (1/11/2024) di Jakarta.

Dia katakan, pelatihan terkait desain-desain kapal kepada industri pertahanan dalam negeri, pelatihan kemampuan pemeliharaan kapal (material/service supply) kepada industri pertahanan dalam negeri.

Juga, lanjutnya, dukungan pemeliharaan kapal, ToT (transfer teknologi) sistem peralatan sensor, elektronik, dan persenjataan kepada industri pertahanan dalam negeri.

Sementara itu staf khusus Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muda Retiono Kunto mengatakan, proyek pembangunan KCR 70 meter ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pertahanan negara, khususnya di sektor laut untuk mendukung TNI AL menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

“Saya yakin dengan kemampuan (galangan kapal) TAIS untuk membangun KCR full combat mission ini dengan kualitas yang baik dan menyelesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan,” kata Retiono, Kamis (31/10).

Kementerian Pertahanan RI meneken kontrak pembelian dua KCR 70 meter dengan TAIS — konsorsium lima galangan kapal Turki.

Walaupun demikian, tanggal kontrak itu diteken berikut nilai kontraknya belum dapat diungkap ke publik oleh Kementerian Pertahanan RI.

Dalam prosesnya, Sefine Shipyard pada Rabu (30/10) menggelar acara pemotongan baja pertama (first-steel cutting) KCR pesanan Indonesia di Altinova, Turki.

Pemotongan baja pertama merupakan salah satu tahapan penting pembangunan kapal, yang kemudian diikuti dengan peletakan lunas kapal (keel laying), peluncuran kapal, pengiriman dan pemberian nama kapal.

Dalam acara pemotongan baja pertama itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemenhan RI Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari diwakili oleh Staf Khusus Kepala Staf TNI AL Laksamana Muda TNI Retiono Kunto.

Setelah melakukan sejumlah tahapan tersebut, kapal akan melalui proses pengiriman dan uji coba operasional sebelum serah terima (delivery) dari galangan ke Kemhan dan selanjutnya ke TNI AL untuk siap bertugas.

Laksda Retiono menandatangani berita acara pemotongan baja pertama kapal bersama petinggi Sefine Shipyard, Suleyman A. Tuzcuoglu.

Kemudian, Sefine Shipyard menyerahkan miniatur KCR Full Combat Mission ke perwakilan Laksda Retiono.

Dua kapal yang dipesan Indonesia itu, NB74 dan NB75, memiliki spesifikasi panjang keseluruhan 70 meter dengan lebar 11,7 meter.

Kapal itu nantinya mampu berlayar dengan kecepatan maksimal di atas 40 knots, dan mampu mengangkut 43 personel.

Kapal itu kemungkinan menggunakan desain FACM 70 meter Sefine Shipyard yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengintaian dan pengawasan (ISR), operasi antipermukaan, dan operasi antiserangan udara.

“Saya yakin dengan kemampuan TAIS membangun KCR Full Combat Mission ini dengan kualitas yang baik, dan menyelesaikannya sesuai dengan waktu yang ditentukan,” kata Kabaranahan Kemenhan dalam sambutannya yang dibacakan Laksda Retiono.

Dia menyampaikan terima kasih kepada jajaran pejabat TAIS dan Kementerian Pertahanan Turki, Kementerian Kemaritiman Turki, dan Angkatan Laut Turki.

Dia menekankan kerja sama itu merupakan upaya bersama menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan. (*)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *