News

Indonesia Tegaskan Alarm Darurat Polusi Plastik di Forum Dunia

×

Indonesia Tegaskan Alarm Darurat Polusi Plastik di Forum Dunia

Sebarkan artikel ini
1001212196
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan komitmen Indonesia dalam mengakhiri polusi plastik pada Pertemuan Meja Bundar Tingkat Menteri INC di Jenewa, Swiss. (KIS/ist)

“Indonesia mendukung peningkatan keterlibatan bilateral untuk mempercepat tercapainya perjanjian multilateral, dengan prinsip no one left behind. Harapan kami, penyelesaian polusi plastik dapat dicapai tanpa penundaan demi menjaga lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Indonesia, lanjut Hanif, telah menargetkan pengelolaan 100 persen sampah, termasuk plastik, secara tuntas pada 2029. Langkah tersebut mencakup penghapusan plastik bermasalah, pengurangan bahan kimia berbahaya dalam produksi plastik, remediasi polusi plastik, hingga pencegahan kebocoran plastik ke lingkungan.

Ia pun menyerukan langkah konkret dan dukungan internasional yang kuat, baik melalui kerja sama bilateral maupun multilateral, untuk mempercepat tujuan bersama. “Yang dibutuhkan sekarang adalah tindakan nyata dan solusi berkelanjutan untuk mengakhiri polusi plastik,” tandasnya.

Kunjungan kerja Menteri LH/BPLH di Swiss berlangsung selama tiga hari, 11–13 Agustus 2025.

– Senin (11/8/2025): Menghadiri sejumlah kegiatan, termasuk pertemuan dengan PTRI di Jenewa.

– Selasa (12/8/2025): Mengadakan pertemuan dengan Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen, menghadiri World Economic Forum, diskusi National Successes, dan forum Investment Opportunities for a Circular Economy in the Context of the Global Plastic Treaty.

-Rabu (13/8/2025): Bertemu Secretary for Water and Flooding, mengunjungi fasilitas reuse yang digelar Pemerintah Swiss, mengikuti Ministerial Roundtable Best Practices and Innovation Partnership Opportunities to Address Plastic Pollution, serta mengadakan pertemuan dengan perwakilan Kerajaan Belanda, Kerajaan Denmark, dan Komisioner Lingkungan Hidup Uni Eropa untuk membahas ketahanan air serta penguatan ekonomi sirkular yang kompetitif. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *