KITAINDONESIASATU.COM – Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti beberapa nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) yang dinyatakan lolos assessment pada Rabu, 11 September 2024.
Sebanyak 20 calon Capim KPK telah memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan tes selanjutnya yang dijadwalkan pada pertengahan September mendatang.
Peneliti ICW, Diky Anandya, mengungkapkan bahwa sejumlah nama yang lolos tes tersebut masih memiliki masalah terkait kompetensi dan integritas.
Beberapa di antaranya bahkan pernah dilaporkan terkait dugaan pelanggaran kode etik. Diky menyebutkan nama-nama seperti Johanis Tanak dan Pahala Nainggolan sebagai contoh, yang keduanya merupakan Komisioner KPK periode 2019-2024.
Menurut Diky, temuan ini menunjukkan bahwa Panitia Seleksi (Pansel) KPK belum secara optimal menggali track record para calon.
Ia menilai bahwa Pansel KPK seharusnya memanfaatkan berbagai sumber informasi yang ada, termasuk Dewan Pengawas KPK, untuk menilai rekam jejak calon.
ICW juga menyoroti masalah kompetensi pada salah satu calon, yaitu Johanis Tanak. Diky berpendapat bahwa selama masa kepemimpinan Johanis, Komisi Pemberantasan Korupsi mengalami persepsi negatif di mata publik.
Ia mempertanyakan alasan di balik keputusan untuk meloloskan calon yang menurutnya telah membawa dampak buruk bagi citra KPK.
Diky menekankan kekhawatiran bahwa jika calon-calon dengan rekam jejak buruk tetap lolos, maka hal tersebut hanya akan mengulang masalah yang sama di masa depan.
Dengan demikian, ICW mendesak agar Pansel KPK lebih cermat dalam menilai calon agar proses seleksi benar-benar menghasilkan pimpinan yang kredibel dan kompeten.- ***



