Menurut pengamat tata kota dari Universitas Hasanuddin Makassar, Riswal Karamma, sistem drainase di Kota Makassar sudah tak mampu menampung peningkatan aliran air atau runoff.
Dikatakan Riswal, desain drainase di Kota Makassar ini masih menggunakan desain lama atau 20 tahun yang lalu dan belum diperbarui.
“Jika dibandingkan, sistem drainase Makassar masih mengacu pada kondisi dan data 20 tahun lalu. Dengan curah hujan yang sama, dampak banjir sekarang jauh lebih besar karena peningkatan runoff,” kata Riswal Karamma.
Dan untuk melakukan penataan kembali, pemerintah kota dihadapkan pada kendala pembebasan lahan permukiman.
“Dulu kondisi Makassar masih jauh berbeda. Dengan urbanisasi yang meningkat, lahan terbuka makin berkurang, sehingga menyebabkan peningkatan runoff. Untuk memperluas saluran dihadapkan pada masalah pembebasan lahan permukiman,” jelas Kepala Laboratorium Hidrolika Fakultas Teknik Unhas ini.
Sementara itu, Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Makassar, mengeluarkan peringatan dini terkait hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan anging kencang pada sejumlah wilayah, salah satunya di Kota Makassar.
Kondisi tersebut diperkirakan terjadi hingga sore hari. (fit/aps)


