News

Hubungan PBNU dan PKB Memanas, DPW PKB Jatim  Pertanyakan PBNU Perbaiki PKB, Apanya yang Rusak?

×

Hubungan PBNU dan PKB Memanas, DPW PKB Jatim  Pertanyakan PBNU Perbaiki PKB, Apanya yang Rusak?

Sebarkan artikel ini
PBNU
Pengurus PBNU membantah terima aliran dana dari PT Gag Nikel. -Ist-

KITAINDONESIASATU.COM – Polemik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih terus memanas, bahkan sejumlah kiai struktural berkumpul di Tebuireng meminta PBNU mengambil upaya perbaikan PKB ke depan.

Pertemuan itu dipimpin tim Pansus PKB, bentukan PBNU KH Anwar Iskandar dan KH Amin Said Husni dalam pertemuan di Jombang, Jawa Timur.

Sementara Ketua DPP PKB Ahmad Imam Sukri menolak upaya PBNU mencampuri urusan internal Partai yang didirikan Gus Dur dkk itu.

Penyataan itu merupakan rekasi dari keterangan Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf yang mengklaim telah mendapat mandat dari Rais Aam PBNU, KH Miftachul Ahyar dari Tebuireng untuk memperbaikiki PKB.

Menurut Imam sejauh ini sejarah kelahiran PKB memang sangat terkait dengan NU, namun ini merupakan dua entitas yang tidak sama atau berbeda.

Imam menjelaskan hubungan PKB dengan NU sebagai batas aspirasi politik warga nahdliyin, bukan dengan PBNU.

Menurut Imam PBNU dan PKB berdasarkan undang-undang entitasnya berbeda, PKB di bawah UU Partai Politik sementara PBNU di bawah undang-undang Ormas.

“Hubungan PKB cuma dengan NU sebagai wadah aspirasi warga NU buka dengan PBNU. Ngaco itu. PBNU dan PKB secara perundang-undangan etitasnya yang berbeda,” kata Imam di Jakarta, Rabu (14/8/2024).

Seperti kita ketahui PKB bakal menggelar Muktamar PKB di Bali pada 24-25 Agustus 2024, yang akan membahas berbagai perkembangan isu politik dan ekonomi.

Dikatakan Imam seluruh kader tetap solid di bawah kepemimpinan Cak Imin.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslachan jika kader Jawa Timur mengaku heran dengan PBNU periode sekarang.

PBNU periode sekarang dinilai sejak awal menjauhkan NU dengan PKB, namun belakangan menyatakan ingin memperbaiki partai tersebut.

Dikatakan Anik PKB tetap menempatkan NU sebagai tempat khidmat dan para kiai sebagai inspirasi dan penunjuk jalan, bukan PBNU.

Dikatakan kenapa bukan PBNU? karena PBNU periode ini tidak mengakui hubungan NU-PKB, terlebih ketika Pilpres dan Pileg 2024.

“PKB memang memiliki irisan sejarah dengan NU, tidak dipungkiri kelahiran PKB dibidani oleh tokoh-tokoh NU, sehingga memiliki hubungan ideologis, historis dan aspiratif dan kultural,” ujar Anik.

Anik kemudian mengungkapkan jika hal itu terus dijaga oleh PKB sampai sekarang, dan terus memperjuangkan warga Nahdliyin termasuk di Jatim.

Sehingga sekarang Anik mempertanyakan rencana PBNU membuat pansus untuk membenahi PKB.

Pada hal menurut Anik dari parameter keberhasilan PKB sukses meningkatkan suara dan kursi pada Pemilu 2024 lalu, meski digoyang dengan penyataan para elite PBNU.

Maka Anik pun mempertanyakan lalu apa yang harus diperbaiki atau memang ada yang rusak?

Sedangkan dari sisi khidmat PKB ke NU, terlebih di wilayah Jatim, ini bisa ditanyakan perjuangan PKB dalam memperjuangkan aspirasi warga Nahdliyin baik dari wilayah hingga ranting demi eksistensi NU.

Menurut wanita yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini seluruh kader PKB, eksekutif hingga legislatig berkhidmat kepada NU merupakan harga mati. (dodo hawe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *