KITAINDONESIASATU.COM – Hong Kong menjadi salah satu alasan para pekerja wanita dari Indonesia yang meminati bekerja di Hong Kong lantaran memiliki upah minum yang cukup tinggi.
Untuk pekerja domestik (helper) dari luar negeri, pemerintah Hong Kong menetapkan gaji minimum tertentu mencapai HK$4.870 bulan + tunjangan makan bila makanan tidak disediakan, yang setara sekitar Rp12 juta/bulan, dan kontraknya biasanya 2 tahun.
Sementara Gaji rata-rata umum pekerja di Hong Kong menurut data tahun 2025 rata-rata gaji bulanan sekitar HK$18.000 – HK$20.000 per bulan atau sekitar Rp37 – 41 juta per bulan, tapi bisa lebih tinggi tergantung profesi.
Dibanyak profesi seperti IT, keuangan hingga manajemen memiliki gaji yang lebih tinggi bisa mencapai puluhan ribu dollar Hong Kong per bulan, untuk skil tinggi gaji bisa mencapai 50-100 ribu HKD per bulan.
Sementara untuk Akuntan 22.900 HKD, Administrasi/office support 15.000-18.000 HKD, Flight attendant 24.500 HKD dan Financial manager 70.600 HKD.
Hongkong memiliki standar gaji relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan upah di banyak daerah di Asia Tenggara, terutama untuk pekerjaan migran seperti helper/housekeeper dibandingkan gaji di kampung halaman mereka.
Bagi banyak perempuan dari Indonesia, Filipina, atau negara lain, bekerja di Hong Kong memberi mereka kesempatan mengirim uang pulang dan meningkatkan kualitas hidup keluarga mereka.
Namun para pekerja dari Indonesia kebanyakan bekerja sebagai asisten rumah tangga hingga merawat para lansia yang rata-rata untuk tempat tinggal sudah disedikan majikan mereka.
Peran penting pekerja wanita dalam membantu ekonomi global, khususnya pekerja rumah tangga yang membantu keluarga di Hong Kong berfungsi sebagai asisten rumah tangga.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo mengklaim Hong Kong menjadi salah satu negara tujuan selain Taiwan yang diminati pekerja migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo.
Kepala Bidang Pemberdayaan Tenaga Kerja Disnaker Ponorogo, Muhrodhi mengungkapkan data Disnaker sepanjang Januari–Oktober 2025 sebanyak 1.391 PMI Ponorogo yang bekerja di Hong Kong terdapat 1.388 perempuan dan 3 orang laki-laki.
Jumlah ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, sepanjang tahun lalu, jumlahnya mencapai 1.767 PMI, terdiri dari 1.759 perempuan dan 8 laki-laki.
“Berbagai alasan PMI Ponorogo bekerja di negara Hong Kong. Salah satunya, gaji yang ditawarkan cukup tinggi, sehingga banyak PMI yang memilih Hong Kong sebagai negara tujuan bekerja,” ujar Muhrodhi seperti dilansir Radio Gema Surya Ponorogo
Muhrodhi pun mencatat sepanjang tahun lalu total PMI yang bekerja di luar negeri dari Ponorogo jumlahnya mencapai 4.147 orang, mereka bekerja di berbagai negara tujuan.
Sementara data Januari hingga Oktober 2025 ini, total PMI asal Bumi Reog yang bekerja di luar negeri mencapai 3.409 orang, jumlah itu akan terus bergera naik turun. **
