Angka negatif ini berarti Bulan telah terbenam lebih dulu dibanding Matahari.
Secara praktis, situasi tersebut membuat pengamatan visual mustahil dilakukan karena objek sudah berada di bawah horizon pengamat.
Temuan ini juga konsisten dengan data yang dipublikasikan Lembaga Falakiyah PBNU.
Dalam rilis falakiyah, wilayah paling barat Indonesia sekalipun masih mencatat tinggi Bulan negatif, sementara wilayah timur menunjukkan posisi yang lebih rendah lagi.
Keseragaman data tersebut memperkuat kesimpulan bahwa hilal memang belum memenuhi syarat observasi.
Walau demikian, Bosscha tetap merencanakan aktivitas observasi sehari setelahnya, yakni 18 Februari 2026.
Kegiatan ini difokuskan untuk keperluan riset dan dokumentasi ilmiah. Observatorium menegaskan bahwa perannya sebatas menyampaikan hasil kajian astronomi sebagai bahan pertimbangan, bukan penentu resmi awal bulan Hijriah.

