KITAINDONESIASATU.COM – Pendiri Paytm, Vijay Shekhar Sharma, memicu kehebohan setelah menyebut Meta AI dapat membaca percakapan grup di WhatsApp. Klaim ini sontak membuat banyak pengguna waspada dan bertanya-tanya: apakah chat pribadi mereka benar-benar aman?
Seperti diketahui, WhatsApp sejak awal menegaskan bahwa semua pesan dilindungi enkripsi end-to-end. Artinya, baik Meta maupun WhatsApp tidak memiliki akses untuk membaca pesan, panggilan, maupun media yang dikirim. Namun, keraguan tetap muncul di kalangan pengguna.
Dalam sebuah unggahan di X, Sharma menyebut bahwa mulai saat ini WhatsApp mengizinkan AI membaca chat grup. Ia bahkan menyarankan trik dengan mengaktifkan fitur Advanced Chat Privacy untuk mencegahnya.
Faktanya, klaim tersebut tidak sepenuhnya benar.
WhatsApp memang telah memperkenalkan integrasi Meta AI sejak April, namun AI hanya bisa mengakses pesan yang secara eksplisit menyebut akun @Meta atau pesan yang secara sukarela dibagikan pengguna kepadanya.
Dengan kata lain, percakapan grup tetap terenkripsi dan tidak bisa diintip oleh pihak luar, termasuk Meta sendiri.
WabetaInfo, situs pelacak update WhatsApp, juga menegaskan bahwa Meta AI tidak punya akses ke semua obrolan grup. Jadi, kekhawatiran bahwa chat pribadi bisa dibaca AI ternyata hanya kesalahpahaman.


