KITAINDONESIASATU.COM – Empat siswa SMPN 1 Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari empat siswa tersebut, tiga sudah diperbolehkan pulang, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Jonggol.
Camat Jonggol, Andri Rahmat, menyampaikan pihak Muspika bersama Kapolsek, Danramil, Dinas Kesehatan, dan ahli gizi langsung turun tangan melakukan investigasi ke sekolah. “Kami periksa semua anak yang makan menu MBG hari ini, kondisinya aman,” ujarnya, Rabu (24/9).
Meski ada dugaan keracunan, Andri menegaskan penyebab pasti belum dapat dipastikan. Pasalnya, gejala tidak muncul cepat setelah konsumsi makanan.
“Keracunan ada masa inkubasi 2–8 jam. Kalau benar keracunan, biasanya ada laporan tambahan, tapi hingga tengah malam tidak ada,” jelasnya.
Sampel makanan MBG yang saat kejadian berisi nasi, telur balado, dan capcay, sudah dikirim ke laboratorium Pemkab Bogor untuk diuji. Hasilnya akan memastikan ada tidaknya kandungan berbahaya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tiga siswa disebut punya riwayat kondisi kesehatan lain, sedangkan satu siswa terindikasi tifus. “Setelah investigasi belum bisa dipastikan itu keracunan. Kita masih menunggu hasil lab,” kata Andri.
Ahli gizi yang ikut memeriksa juga menjelaskan, kuah capcay yang dianggap mengandung lendir ternyata hanya tekstur alami dari sayuran. Proses masak disebut sudah sesuai standar higienitas.
Meski demikian, pihak Muspika tetap mengingatkan pengelola dapur MBG agar lebih ketat menjaga kebersihan bahan, peralatan, dan pengolahan makanan. (*)

