Dari pemantauan udara, posisi badan pesawat terlihat berada di sisi utara jika dilihat dari arah puncak gunung. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim darat yang telah disiagakan.
Tim ASRU yang lebih dulu diterjunkan segera diarahkan menuju titik temuan serpihan terbesar. Namun, pergerakan menuju lokasi terkendala medan yang terjal serta kondisi cuaca berkabut.
“Kami harus memastikan keselamatan personel sebelum melakukan penurunan ke lokasi. Medannya cukup ekstrem,” ujarnya.
Andi menambahkan, sebelumnya serpihan awal telah ditemukan di Pos 9 jalur pendakian Gunung Bulusaraung. Sementara badan dan ekor pesawat terpantau berada di bawah lereng gunung.
Untuk proses evakuasi, jalur pendakian tetap digunakan sebagai akses utama. Meski terdapat jalur alternatif yang lebih dekat, risikonya dinilai lebih tinggi karena kemiringan medan.
“Jalur pendakian dipilih karena relatif lebih aman. Sekitar 400 hingga 500 personel gabungan telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi,” katanya.
Hingga Minggu pagi, operasi pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung. Koordinasi lintas instansi dilakukan sambil menunggu kondisi cuaca yang lebih mendukung.***


