KITAINDONESIASATU.COM – Lonjakan harga plastik yang bikin pelaku usaha menjerit akhirnya mendapat respons dari Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Di tengah kenaikan yang disebut-sebut tembus hingga 40%, Pramono mendorong warga Jakarta tinggalkan plastik, kembali ke cara tradisional.
Dalam pernyataannya di Jakarta Timur, Pramono menegaskan bahwa penggunaan plastik memang harus dikurangi secara bertahap. Selain demi lingkungan, kondisi harga yang terus meroket juga dinilai bisa jadi beban serius bagi masyarakat.
“Saatnya beralih,” Pramono bahkan menyarankan penggunaan daun pisang sebagai solusi alternatif untuk kemasan makanan—cara lama yang kini kembali relevan di tengah krisis harga plastik.
Sementara itu, data dari Pemprov DKI Jakarta mengungkap fakta bahwa harga plastik kemasan melonjak antara 30% hingga 40% hanya dalam waktu singkat
Kepala Dinas PPKUKM DKI, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyebut kenaikan ini sudah terasa sejak akhir Maret 2026 dan terus berlanjut. Penyebabnya adalah gejolak geopolitik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Adapun rinciannya kantong kresek naik hingga 40%, plastik PET melonjak 35%, dan plastik PE ikut terdongkrak sekitar 30%.
Kenaikan paling parah terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, bahkan dalam beberapa kasus harganya naik turun secara liar mengikuti distribusi barang. (*)


