News

Hadapi Dominasi Impor, DPR Desak Kebijakan Baru untuk Tingkatkan Produksi Susu Dalam Negeri

×

Hadapi Dominasi Impor, DPR Desak Kebijakan Baru untuk Tingkatkan Produksi Susu Dalam Negeri

Sebarkan artikel ini
FotoJet 58
Produksi susu sapi perah dalam negeri

KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, mendorong pemerintah untuk merumuskan kebijakan strategis guna meningkatkan produksi susu sapi perah dalam negeri.

Ia menekankan pentingnya kebijakan ini untuk mendukung program nasional, seperti pemberian susu gratis kepada anak-anak.

“Pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan yang dapat mendorong produksi susu domestik, seperti kebijakan wajib serap susu yang pernah diterapkan di era Soeharto. Meskipun dahulu kebijakan tersebut tidak diperbolehkan oleh IMF, kini kita perlu mencari solusi yang mampu mendorong perkembangan sektor ini,” ujar Panggah setelah kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke KPSBU Lembang, Jawa Barat, seperti ditulis Parlementaria pada Sabtu, 23 November 2024.

Baca Juga  DPR dan Pemerintah Bahas Upaya Menekan Kasus KDRT

Panggah menyoroti perlunya strategi dan regulasi yang tepat untuk menghadapi tantangan global, terutama dominasi impor susu skim dari negara seperti Selandia Baru.

Menurutnya, harga susu impor cenderung lebih murah karena kelebihan produksi.
“Pemerintah harus memikirkan strategi dan regulasi yang tepat. Susu impor, terutama skim milk, lebih murah karena negara produsen seperti Selandia Baru memiliki surplus produksi,” jelasnya.

Ia juga mencatat bahwa situasi saat ini berbeda dengan masa lalu. Jika kebijakan bea masuk bisa diterapkan dulu, sekarang hal itu sulit karena perjanjian perdagangan bebas (FTA).
Oleh karena itu, pemerintah harus menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi saat ini.

Baca Juga  Ahok Tegaskan Kematian Affan Tidak Terjadi Bila DPR Terima Pendemo

Panggah juga menekankan pentingnya dukungan dari industri untuk memperkuat produksi susu lokal. Jika industri tidak mendukung, hal ini dapat merugikan ekonomi nasional dan menguras devisa.
“Kesadaran bersama, terutama dari industri, sangat penting. Jika industri tidak mendukung produksi lokal, kita bisa kehilangan banyak devisa,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan pentingnya perhatian terhadap sektor susu dalam negeri karena susu merupakan bagian dari program prioritas pemerintah.

Selain program makan siang gratis untuk anak-anak, susu juga berperan dalam mendukung gizi dan kesehatan generasi muda.

Baca Juga  Tekankan Netralitas ASN dalam Pilkada, Pj Sekda Bogor : Jangan Cawe-Cawe!

“Susu adalah bagian penting dari program pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak, sehingga harus menjadi perhatian bersama,” tutup Panggah.- ***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *