KITAINDONESIASATU.COM – Seruan boikot terhadap stasiun televisi nasional yang mengkritik budaya di pesantren menjadi perhatian publik. Habib Jafar ikut menanggapi kasus yang berbuntut panjang ini, menekankan pentingnya pemahaman yang benar tentang tradisi pesantren.
Menurutnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui seluk-beluk kehidupan di pondok pesantren.
“Menurut saya, yang paling penting sekarang itu adalah pemahaman tentang tradisi pesantren agar tidak disalahpahami,” ungkapnya di akun Instagram @husein_hadar pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Ia menjelaskan bahwa kurangnya sorotan media mainstream membuat publik sulit memahami keseharian pesantren.
“Yang paling dibutuhkan yaitu media memberikan slot untuk menjelaskan tradisi pesantren dari POV (Point of View) orang-orang pesantren yang mengerti tentang kepesantrenan itu sendiri,” jelasnya.
Habib Jafar menyoroti praktik media yang sering mengandalkan asumsi dari media sosial tanpa riset mendalam. Ia menegaskan, tim kreatif program sebaiknya mencoba hidup di pesantren sampai memahaminya, sebelum mengangkat topik tersebut. “Coba hidup di pesantren sampai memahaminya, baru kemudian berbicara tentang pesantren. Karena memang etikanya begitu,” tegasnya. (*)




