KITAINDONESIASATU.COM – Belakangan ini nama Gusti Aju Dewi ramai diperbincangkan di media sosial. Hal itu bermula dari tuduhannya terhadap CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, yang disebut melakukan provokasi lewat manipulasi video terkait demo besar akhir Agustus 2025 lalu.
Video yang dipermasalahkan adalah rekaman penangkapan anggota TNI oleh Brimob saat kerusuhan di Palembang.
Gusti Aju Dewi menuding Ferry menambahkan narasi palsu dalam video tersebut hingga berpotensi memicu provokasi dan memperkeruh hubungan masyarakat dengan aparat.
BACA JUGA : Profil Ferry Irwandi, Tak Gentar Dilaporkan Jenderal TNI ke Polisi
Di luar polemik itu, Gusti Aju Dewi dikenal sebagai salah satu grafolog ternama dan pionir grafologi di Indonesia. Ia mengantongi sertifikasi internasional yang diakui di 92 negara melalui legalisir Apostille Konvensi Den Haag, serta mendirikan Indonesian School of Graphologist (ISOG). Gusti Aju juga aktif di berbagai forum grafologi internasional.
Pada September 2024, ia bahkan menjadi pembicara asal Indonesia dalam Konferensi Forensik dan Grafologi di Meksiko.
Selain itu, Gusti Aju pernah menempuh Magister Informatika (Master AI) di Universitas Nusa Putra untuk mengintegrasikan grafologi dengan kecerdasan buatan.
Namanya juga sempat mencuri perhatian publik saat bekerja sama dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Program Pendidikan Kebangsaan (PPK), di mana ia menganalisis tulisan tangan anak-anak peserta untuk mendeteksi potensi karakter dan emosi mereka. (*)


