“Dia pernah pakai pistol sempat dikeluarkan dan saya ada fotonya. Dan kemarin sempat ancam menembak saya tapi dihalangi oleh teman saya dan tidak sempat,” tambah dia.
Marlita mengaku akibat teror yang sudah lama dilakukan TT itu dapat berakhir, dia bahkan kini alami trauma berat atas apa yang sudah dialaminya.
Kendati demikian, Marlita engan mengungkapkan motif dugaan pengancaman dan penyekapan yang dialaminya tersebut.
Kanit Reskrim Polsek IB 1 Iptu Muslim mengungkapkan jika motif dugaan penyekapan dan pengancaman ini lantaran pelaku tak senang dengan korban, karena tidak memberi penilaian kinerja pelaku, termasuk juga tak memberi hak uang guru pelaku.
“Masalah nilai kinerja guru, nilai dari terlapor kosong, jadi tidak senang dengan korban, dan hak uang guru olahraga tidak dibayar. Sedangkan terkait tersebut, yang punya wewenang kepala sekolah dan bendahara,” jelasnya melalui pesan WhatsApp. (Dimas/aps)
