Jalur Pendakian yang Tak Bisa Diremehkan
Meski tidak setinggi Semeru atau Slamet, Gunung Salak bukan untuk pendaki pemula. Jalurnya curam, hutannya lebat, dan cuacanya bisa berubah drastis dalam waktu singkat. Beberapa titik bahkan memiliki kandungan gas beracun dan danau kecil tersembunyi yang mematikan.
Tak sedikit pendaki yang mengaku mengalami kejadian ganjil—seperti berjalan berjam-jam tanpa arah, seolah-olah terjebak dalam lingkaran tak berujung.
Cerita-cerita seperti ini kerap beredar dari mulut ke mulut dan semakin memperkuat citra Gunung Salak sebagai tempat misterius yang tidak bisa dianggap remeh.
Kisah Mistis di Balik Kabut Tebal
Sejak peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi, aura mistis Gunung Salak semakin mencuat. Tim SAR yang ditugaskan mencari bangkai pesawat mengaku mengalami pengalaman aneh—mulai dari mimpi didatangi wanita misterius, hingga mendengar suara tangisan minta tolong yang tak pernah ditemukan sumbernya.
Salah satu cerita paling menyeramkan datang dari tim evakuasi yang berkali-kali mendengar suara dari lokasi jatuhnya pesawat, seakan seseorang masih hidup dan meminta bantuan.
Namun, ketika didekati, tak ada siapa pun di sana. Fenomena ini terjadi berulang kali, hingga membuat beberapa anggota tim merasa bahwa mereka tidak sendirian di hutan belantara itu.
Antara Legenda dan Kenyataan
Meski kisah-kisah mistis terus berkembang, Gunung Salak tetap menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi pendaki, spiritualis, maupun peneliti.



