Sementara itu, Pembina Dewan Kebudayaan Garut, Rudy Gunawan, menjelaskan bahwa film ini menjadi bagian dari upaya penggalian sejarah dan budaya di kawasan Desa Depok, Kecamatan Cisompet.
“Gunung Nagara diyakini lebih tua dari masa Prabu Siliwangi, berusia sekitar 600–700 tahun,” ungkapnya.
Dalam penelitian, ditemukan pohon berusia ratusan tahun serta batu nisan bertulisan Arab gundul, mengindikasikan kuatnya pengaruh Islam di masa lampau.
Rudy menegaskan, program ini sejalan dengan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menekankan perlindungan dan pemanfaatan kekayaan budaya nasional.
Ketua Dewan Kebudayaan Garut, Irwan Hendarsyah, menambahkan bahwa sejarah Gunung Nagara yang diwariskan secara lisan perlu dikembangkan untuk kepentingan masyarakat dan pariwisata.
“Gunung Nagara berpotensi besar menjadi destinasi wisata berbasis kebudayaan,” ucapnya.
Irwan menutup dengan pesan agar pemerintah terus memperkuat sinergi antar-lembaga dalam menjaga warisan leluhur.



