News

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Waspadai Banjir Lahar Hujan

×

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Waspadai Banjir Lahar Hujan

Sebarkan artikel ini
IMG 20250305 205005
Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi pada Rabu, 5 Maret 2025. (Foto: PVMBG)

KITAINDONESIASATU.COM – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Rabu, 5 Maret 2025.

Disebutkan Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi sebanyak dua kali, yakni terjadi pada pukul 10.57 WITA dan pukul 12.08 WITA. Erupsi pertama terekam di seismogram dengan amplitude maksimum 22,2 mm dan durasi kurang labih 1 menit 8 detik, sementara erupsi kedua, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 6 detik.

“Pada erupsi pertama dan erupsi kedua, tinggi kolom abu tidak teramati,’’ demikian keterangan PVMBG Badan Gelogi, Kementerian ESDM.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan, bahwa pada hari ini pukul 12.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB terjadi gempa hembusan sebanyak 6 kali dengan amplitudo 4.4 mm hingga 14,8 mm dan durasi 44 detik hingga 134 detik. Juga terjadi satu kali gempa harmonic dengan amplutudo 7,4 mm dan durasi selama 46 detik, dan 1 kali gempa tektoknik jauh dengan amplitude 47,3 mm dan durasi selama 46 detik.

Baca Juga  Lirik dan Makna Lagu Mars Hari Santri Nasional: Simbol Semangat Juang dan Cinta Tanah Air!

Saat ini status Gunung Lewotobi Laki-laki, yakni berstatus l Level III (Siaga). Oleh karena itu, warga  diimbau untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di Pucak Gunung Lewotobi Laki-laki.

Mewaspadai banjir lahar hujan terutama untuk daerah, yakni Desa Dulipali, Padang Pasair, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Selain itu, warga juga diimbau untuk mengenakan masker atau penutup hidung, demi menghindari bahaya abu vulkanik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *