KITAINDONESIASATU.COM – Dalam upaya memperkuat harmoni kehidupan beragama di Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar Sarasehan dan Dialog Umat Beragama Tahun 2025, Jumat (8/8/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama” ini berlangsung di Ruang Rapat H. Maksid, Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru.
Acara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kalsel, Fatkhan. Sebanyak 100 peserta dari berbagai unsur hadir, mulai dari Kanwil Kemenag Kalsel, FKUB, Kesra kabupaten/kota, akademisi, hingga organisasi keagamaan lintas agama.
Gubernur Kalsel dalam sambutan tertulisnya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh dan pemuka agama yang telah berkontribusi menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Terima kasih kepada para pemimpin dan tokoh umat yang telah merawat harmoni di Banua. Ini modal sosial terbesar kita,” ucap Gubernur Muhidin.
Ia menegaskan, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) bukan sekadar data statistik, melainkan cerminan hidup berdampingan dalam suasana toleransi dan saling menghargai.
Muhidin juga mengingatkan bahwa sejarah konflik bernuansa agama harus dijadikan pelajaran bersama agar tidak terulang. Terlebih di era digital saat ini, penyebaran ujaran kebencian berbasis agama sangat rentan terjadi dan kerap dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.
“Jangan beri ruang bagi provokator yang mengatasnamakan agama untuk memecah belah kita. Kita harus waspada dan mawas diri,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh komponen masyarakat—tokoh agama, pemerintah, media, akademisi, dan masyarakat sipil—untuk terus bersinergi membangun kehidupan beragama yang damai dan inklusif.
Sementara itu, Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesra Setda Kalsel, Fahrurazi, menyampaikan bahwa sarasehan ini bukan sekadar ajang temu, melainkan ruang strategis untuk memperkuat solidaritas lintas iman dalam menghadapi tantangan zaman.
