“Program ini juga berdampak pada penguatan ekonomi lokal dengan melibatkan pelaku usaha di sektor pangan serta menciptakan lapangan kerja di sekitar Dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, telah berdiri sebanyak 39 SPPG di wilayah Kabupaten/Kota Bogor, dan jumlah ini diharapkan terus meningkat seiring dengan partisipasi masyarakat,” terang Ade Tias.
Sementara itu, perwakilan BGN yang hadir melalui video conference, Anyelir Puspa Kemala, menjelaskan tahapan bagi masyarakat atau lembaga yang ingin menjadi mitra BGN dalam mendukung program MBG. Proses tersebut dimulai dari pendaftaran dan verifikasi, pengajuan titik lokasi SPPG, hingga peninjauan dan verifikasi akhir.
“Seluruh proses pendaftaran mitra dilakukan melalui website resmi Badan Gizi Nasional dan menghimbau masyarakat untuk tidak mempercayai oknum mana pun yang menawarkan bantuan atau pengurusan SPPG secara pribadi. Keamanan dan transparansi menjadi prinsip utama dalam proses kemitraan MBG,” imbuh Anyelir. (Nicko)

