KITAINDONESIASATU.COM- Upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas kini mulai terasa di tingkat kelurahan. Salah satunya melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang secara resmi mulai siap beroperasi di Kota Bogor. Tanda dimulainya operasional ditandai dengan kegiatan groundbreaking serentak secara nasional, pada beberapa waktu lalu.
Untuk wilayah Kota Bogor, kegiatan simbolis dilaksanakan di Gang Kelor, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, dan dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
Usai kegiatan, Jenal menjelaskan bahwa pemerintah pusat mensyaratkan penyediaan bangunan KKMP harus berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi.
“Karena Kota Bogor memiliki keterbatasan lahan, kami hanya punya waktu dua hari untuk menyiapkan lokasi. Alhamdulillah, kami dapat lahan yang cukup representatif dengan luas mendekati 1.000 meter, yakni 921 meter persegi,” ujar Jenal Mutaqin, dalam keterangan tertulis, Senin 20 Oktober 2025.
Di lokasi tersebut, lanjutnya, sudah terdapat bangunan yang nantinya akan disesuaikan, terutama dari sisi desain konstruksi agar lebih representatif saat beroperasi.
“Dari 68 kelurahan di Kota Bogor, memang baru 19 yang memiliki bangunan gedung KKMP. Beberapa lainnya masih dalam proses,” ujarnya.
Meski begitu, Pemkot Bogor menunjukkan keseriusan dalam pembentukan KKMP ini. Serangkaian tahapan telah dilakukan, mulai dari bimbingan teknis bagi pengurus koperasi hingga pelaksanaan Musyawarah Pembangunan Kelurahan (Musbangkel) di masing-masing wilayah.
“Maka kita akan melihat apakah Musbangkel yang sudah dilakukan betul-betul mengangkat potensi lokalnya, atau masih copy-paste meniru contoh lain,” jelasnya.
Jenal menambahkan, harapan Presiden Prabowo Subianto terhadap keberadaan KKMP adalah agar menjadi wadah yang mampu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat di tingkat wilayah.
“Jadi manfaatnya untuk masyarakat. Apalagi jika disinergikan dengan program Makan Bergizi Gratis, terutama bagi beberapa dapur yang kesulitan pasokan pangan. Artinya, koperasi menjadi pondasi agar perekonomian di tingkat grassroot betul-betul bergerak,” pungkasnya. (Nicko)


