KITAINDONESIASATU.COM – Setelah pemerintah Israel meratifikasi rencana gencatan senjata di Gaza, fase pertama kesepakatan bersejarah akan dimulai. Tentara Israel akan mundur, bantuan kemanusiaan dibuka penuh, dan pertukaran tahanan antara Israel dan Palestina segera dilakukan.
Mengutip sejumlah sumber, selama 72 jam mendatang, pasukan Israel akan mundur ke posisi yang telah disepakati, membuka jalan bagi pertukaran tahanan antara kedua pihak.
Langkah ini menandai babak baru dalam upaya mengakhiri konflik panjang di Jalur Gaza.
Rincian Dokumen Gencatan Senjata Israel–Hamas di Mesir
Perjanjian Israel, Hamas, dan Gaza ditandatangani di Sharm el-Sheikh, Mesir, setelah empat hari negosiasi intensif dengan dukungan dari Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat.
Dokumen tersebut menetapkan penghentian penuh operasi udara, darat, dan artileri, serta menyisakan pesawat pengintai hanya untuk memantau implementasi kesepakatan.
Langkah itu menjadi sinyal kuat bagi perdamaian jangka panjang di wilayah tersebut.


