KITAINDONESIASATU.COM – Harapan perdamaian di Jalur Gaza kembali muncul. Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, dikabarkan telah memberikan respons positif terhadap proposal terbaru terkait gencatan senjata dan pembebasan sandera.
Mengutip laporan kantor berita Palestina Maan pada Senin, 21 Juli 2025, Hamas menyambut baik usulan yang mencakup penghentian pertempuran selama 60 hari serta pertukaran tahanan antara pihak Palestina dan Israel.
Sebelumnya, pada 16 Juli, media Axios menyebut bahwa Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir telah menyerahkan draf terbaru kesepakatan kepada Israel dan Hamas. Isi proposal tersebut antara lain mencakup pembebasan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel.
Upaya diplomatik terus dilakukan. Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty menegaskan bahwa Kairo dan para mediator lainnya berkomitmen menengahi kesepakatan yang adil dan damai.
Negosiasi tidak langsung antara Israel dan Hamas bahkan telah kembali bergulir di Doha sejak 6 Juli, meski putaran awal belum membuahkan hasil nyata. Namun, kini, secercah harapan tampaknya mulai terlihat. (Sumber: Sputnik)


