Sebagai gambaran skala III-IV itu dirasakan oleh orang banyak dalam rumah dan di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.
Selain di Gianyar, gempa tektonik itu dilaporkan juga terasa di Kabupaten Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Klungkung. Nahkan hingga ke Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat, NTB dengan skala III MMI.
Meskipun demikian, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali saat ini tengah mendata dampak dari guncangan gempa bumi tersebut.
Cahyo menambahkan dari hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kumpulkan Data
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali Made Rentin mengatakan saat ini tim sedang melakukan kajian cepat di kabupaten/kota untuk melihat dampak gempa bumi dangkal magnitudo 4,9 di Kabupaten Gianyar.
“Saat ini sedang dilakukan kaji cepat dan asesmen awal dengan mengumpulkan data dan informasi dari seluruh BPBD kabupaten/kota se-Bali,” katanya.
Dari informasi awal di Kabupaten Gianyar sendiri terjadi kerusakan ringan berupa tembok retak dan genteng jatuh di bangunan milik Dinas Pariwisata Gianyar.
Laporan cepat juga masuk dari kawasan Pura Besakih, Karangasem, dimana getaran keras terasa namun tidak terjadi kerusakan.***



