KITAINDONESIASATU.COM – Warga Jakarta Selatan dikejutkan temuan mencengangkan di pasar takjil Jalan Karya Utama, Gandaria Utara, Kebayoran Baru. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan kandungan formalin dan pewarna tekstil berbahaya dalam sejumlah sampel makanan berbuka.
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho, mengungkapkan dari 39 varian takjil yang diuji, tiga di antaranya positif mengandung formalin dan zat pewarna tekstil Rhodamin B.
“Ini tentu zat berbahaya,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi, Rabu (4/3).
Formalin dan Rhodamin B bukan bahan tambahan pangan. Keduanya bisa memicu gangguan kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Temuan ini memicu kekhawatiran, mengingat takjil menjadi konsumsi favorit masyarakat selama Ramadan.
Selain pengujian sampel, Pemkot Jaksel bersama BPOM langsung menggelar sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku UMKM agar tidak menggunakan zat berbahaya dalam produknya.
Ali juga meminta BPOM menelusuri produsen nakal yang memasok bahan berbahaya tersebut dan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Untuk memperketat pengawasan, Pemkot Jakarta Selatan membentuk satuan tugas (satgas) gabungan yang melibatkan berbagai unsur dinas terkait serta BPOM. Satgas ini bertugas memastikan seluruh pangan olahan di wilayah Jakarta Selatan aman dikonsumsi dan bebas dari zat berbahaya seperti formalin dan pewarna tekstil. (*)


