KITAINDONESIASATU.COM – Pada malam 13 September 2025, dunia teknologi dikejutkan ketika xAI – perusahaan besutan Elon Musk – mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 500 karyawan.
Langkah drastis tersebut diambil saat perusahaan tengah memperbarui sistem chatbot andalan mereka, Grok.
Menurut Reuters, pemberitahuan PHK dikirimkan di penghujung hari. Akses para pegawai ke sistem internal langsung dicabut, meski gaji mereka dijamin hingga kontrak berakhir pada November.
Email internal yang diakses Business Insider memperlihatkan keinginan manajemen xAI memangkas besar-besaran posisi pelatihan AI umum untuk Grok. Posisi ini sebelumnya menangani pekerjaan detail seperti klasifikasi data, teks, audio, dan pelabelan gambar agar sistem belajar lebih baik.
Sementara itu, TechCrunch melaporkan xAI akan memperluas tim “tutor” yang berfokus pada pelatihan pakar AI di bidang sains, teknologi, keuangan, kesehatan, hingga keamanan konten.
Strategi tersebut mencerminkan pergeseran industri AI dari kuantitas data besar ke kualitas dan kedalaman data yang lebih spesifik. Musk berambisi menjadikan Grok produk AI dengan karakter khas, bukan sekadar meniru pola pesaing.
Beberapa karyawan mengungkapkan mereka diminta mengikuti tes mendadak. Financial Express menulis bahwa tes ini dilakukan semalam via CodeSignal dan formulir penilaian, sebagai cara Musk menyaring SDM secara kilat.
Elon Musk sendiri dikenal dengan gaya manajemen yang cepat dan kontroversial.

