“Dengan sinergi bersama organisasi profesi wartawan yang ada di Kota Bogor ini, baik PWI, IJTI, dan PFI, kegiatan FMP 2025 akan semakin dikenal lagi, bukan saja di nasional, mungkin sampai ke internasional,” ujarnya.
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menyatakan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab penting dalam menyuarakan semangat kebangsaan dan memperluas dampak positif FMP kepada masyarakat.
“FMP bukan sekadar seremoni tahunan, tapi ruang refleksi bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada bangsa. Media menjadi garda terdepan dalam menyampaikan pesan tersebut,” kata Herman.
Senada, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor, Andi M. Ridwan, menyebut FMP sebagai even lokal yang telah tumbuh menjadi gerakan nasional, dengan beragam sisi jurnalistik yang menarik untuk diangkat.
“FMP adalah contoh bagaimana sebuah kegiatan daerah bisa tumbuh menjadi gerakan nasional. Banyak sisi positif yang bisa diinformasikan kepada masyarakat. Ini ruang kreatif bagi jurnalis untuk menyampaikan pesan nasionalisme secara menarik,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan IJTI Bogor, Wawan, memandang FMP sebagai panggung penting bagi jurnalis televisi untuk menyajikan tayangan yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. FMP bukan hanya meriah, tapi juga sarat makna. Ini momentum yang bisa dikemas dalam bentuk liputan yang membangkitkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia,” ucapnya.
Silaturahmi tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus PWI, PFI, dan IJTI Kota Bogor, sebagai simbol kekompakan dan komitmen bersama dalam mendukung suksesnya Festival Merah Putih 2025 yang sarat nilai kebangsaan dan semangat persatuan. (Nicko)


