News

Garda Revolusi Iran Ciduk Jaringan Mata-mata Israel di Enam Provinsi

×

Garda Revolusi Iran Ciduk Jaringan Mata-mata Israel di Enam Provinsi

Sebarkan artikel ini
FotoJet 6 15
Iran-Israel memanas

KITAINDONESIASATU.COM – Garda Revolusi Iran pada Minggu, 22 September 2024, mengungkapkan bahwa 12 orang ditangkap atas tuduhan menjadi agen Israel dan merencanakan operasi yang bertujuan mengguncang keamanan nasional Iran.

Menurut pernyataan resmi, Israel dan sekutu Baratnya, terutama Amerika Serikat, belum berhasil mencapai tujuan mereka di Gaza dan Lebanon, dan kini mereka berupaya untuk memicu krisis di dalam negeri Iran melalui tindakan yang telah direncanakan secara sistematis.

Pernyataan tersebut menyoroti bagaimana ketegangan di Timur Tengah terus meningkat, terutama setelah insiden peledakan ribuan pager dan walkie-talkie yang digunakan oleh anggota Hizbullah di Lebanon. Serangan itu, yang secara luas disalahkan kepada Israel, telah memicu serangkaian tembakan lintas perbatasan yang sangat intens antara Israel dan Hizbullah.

Ini merupakan salah satu konfrontasi paling serius di antara kedua pihak dalam beberapa tahun terakhir, dan terjadi bersamaan dengan perang yang sedang berlangsung di Gaza yang telah berlangsung hampir satu tahun.

Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa jaringan agen Israel yang terdiri dari 12 operator ini diidentifikasi dan ditangkap di enam provinsi berbeda di seluruh Iran.

Namun, pernyataan tersebut tidak mengungkapkan detail lebih lanjut mengenai kapan penangkapan tersebut terjadi atau operasi spesifik apa yang mungkin telah direncanakan oleh kelompok tersebut.

Selain itu, ketegangan antara Iran dan Israel telah mencapai titik didih sejak akhir Juli, ketika Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas, tewas dalam sebuah pembunuhan di Teheran.

Otoritas Iran segera menuduh Israel bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, meskipun Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi atau menyangkal keterlibatannya dalam insiden tersebut.

Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya ancaman keamanan di seluruh kawasan Timur Tengah, di mana berbagai aktor regional dan global berusaha memengaruhi konflik yang sedang berlangsung.

Iran, yang selama ini menjadi pendukung utama Hamas dan Hizbullah, merasa terancam oleh peningkatan ketegangan yang didorong oleh operasi-operasi Israel di wilayah tersebut. Tuduhan keterlibatan agen Israel ini semakin memperkeruh hubungan yang sudah sangat tegang antara kedua negara, yang sering kali terlibat dalam perang bayangan melalui serangkaian operasi rahasia dan balas dendam di berbagai arena konflik regional.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *