KITAINDONESIASATU.COM – Sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) mengalami kendala dalam menyelesaikan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang berakibat pada ratusan siswa kehilangan kesempatan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Beberapa sekolah yang terdampak di antaranya SMK Negeri 2 Solo, Jawa Tengah, dan SMA Negeri 1 Mempawah, Kalimantan Barat.
Penyebab utama kegagalan ini adalah kelalaian oknum guru dalam proses finalisasi PDSS.
Akibatnya, ratusan siswa di SMKN 2 Solo menggelar aksi demonstrasi pada Senin (3/2/2025) untuk memprotes keterlambatan ini. Masalah ini juga menarik perhatian DPRD Kota Solo.
BACA JUGA : Pendaftaran SNBP 2025 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Sebagai upaya mencari solusi, pihak sekolah bersama perwakilan siswa dan wali murid bertolak ke Jakarta untuk meminta keringanan dari Panitia PDSS di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Di sisi lain, SMA Negeri 1 Mempawah menghadapi masalah serupa, dengan 115 siswa terancam tidak bisa mengikuti SNBP 2025.
Kasus ini mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, namun belum ada kepastian apakah mereka juga akan meminta dispensasi kepada panitia.
Menanggapi situasi ini, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2025, Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi, terdapat 373 sekolah yang telah melengkapi isian PDSS tetapi belum menyelesaikan finalisasi, sehingga siswanya tidak bisa mendaftar SNBP.
Sebagai solusi, panitia memberikan kesempatan bagi sekolah-sekolah yang terlambat, asalkan mereka menyerahkan dokumen yang berisi pernyataan bahwa pengisian PDSS telah lengkap dan hanya perlu finalisasi.
Kepala sekolah juga harus menyerahkan kuasa kepada panitia SNPMB untuk menyelesaikan finalisasi serta bertanggung jawab atas dampaknya.
Hingga Selasa (4/2/2025) pukul 15.00 WIB, 228 sekolah telah difasilitasi, sementara 145 sekolah lainnya masih belum mengirimkan dokumen untuk diproses lebih lanjut.


